MOZAIK ISLAM

Al Aqsha Bumi Isra Mi’raj Yang Dinodai

ASSAJIDIN. COM   PALEMBANG — Masjid al-Aqsha adalah salah satu di antara tiga masjid mulia yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Keutamaan tersebut langsung dijelaskan oleh Allah SWT dalam firmannya QS : Al- Isra (17) :1 yang artinya “ Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkantanda-tanda kekuasaan Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat“ Berdasarkan ayat tersebut, Allah  SWT menempatkan Kedudukan Masjid Al-Aqsha begitu mulianya.

Syekh Nehad, Dosen sekaligus ulama besar di Palestina dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Tahfidz Rahmat, Jumat (5/4/19)  kepada AsSajidin menguraikan bahwa, sesungguhnya Allah SWT secara langsung  yang telah memberikan nama untuk Masjid Al Aqsha yang terkenang dalam sejarah perjalana Isra  dan Mi’raj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sekaligus menjadi tempat yang diberkahi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri mengatakan Masjid Al-Aqsha di Palestina adalah kiblat pertama umat Islam, sebelum Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan mengubah arah kiblat dari Masjid Al-Aqsha Palestina ke Masjid Al-Haram di Mekkah.

“ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menunaikan shalat menghadap Masjid Al-Aqsha sewaktu berada di Mekkah sebelum Hijrah hingga hijrah ke Madinah, dalam kurun waktu 16 bulan. Kemudian atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala beliau shalat menghadap Ka’bah (Masjid Al-Haram) di Mekkah,” ujarnya seraya menambahkan riwayat Al-Bara bin ‘Azib berkata, “Saya shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas bulan, sampai turun ayat di dalam Surah Al-Baqarah WAHAITSU MA KUNTUM FAWALLAU WUJUHAKUM SYATROH…” (H.R. Bukhari).

Ia juga menjelaskan bahwa, dalam QS: Al-Baqarah (2) ; 144 Allah SWT berfirman yang artinya, “ Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”.

“  Bukti peninggalan adanya peralihan kiblat dari Masjid Al-Aqsha ke Masjid Al-Haram, bias dilihat dari adanya Masjid Qiblatain di Madinah. Masjid yang merupakan di mana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menerima perintah pemindahan arah kiblat itu. Maka disebut Masjid Qiblatain artinya masjid dua kiblat,” tuturnya sejurus kemudian.

Lihat Juga :  Bila Ditanya Apa Kabar? Begini Nabi dan Sahabat Menjawabnya

Syekh Nehad dalam ceramahnya mengatakan bahwa  sesungghnya pondasi Masjid Al-Aqsha diletakkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sejak zaman Nabi Adam ‘Alaihis Salam. Dalam kurun waktu sekian lama, bangunan itu rusak dan runtuh dimakan waktu. Areal tanah sekitar Masjid Al-Aqsha juga termasuk ke dalam kawasan masjid tersebut. Kemudian Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam shalat di tanah itu, di bagian Masjid Al-Aqsha.

“ Ibnul Qayyim Al-Jauzy menyebutkan, Masjid Al-Aqsha dibangun kembali di atas pondasinya oleh cucu Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam, yakni Nabi Ya`qub bin Ishaq bin Ibrahim ‘Alaihis Salam. Keturunan berikutnya, Nabi Daud bin Ya’qub ‘Alaihis Salam membangun ulang masjid itu. Bangunan Masjid Al-Aqsha diperbaharui oleh putera Nabi Dawud ‘Alaihis Salam, yakni Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam. Mereka para nabi utusan Allah membangun kembali Masjid Al-Aqsha adalah untuk tempat ibadah mendirikan shalat di dalamnya, bukan mendirikan kuil sinagog seperti klaim Zionis Yahudi,” urainya.

Dari sekian Panjang sejarah Masjid Al- Aqsha di Palestina itu, kata Syekh Nehad saat ini kondisinya sangatlah mencemaskan dan memilukan. Pasalnya Masjid Al-Aqsa tanah yang diberkahi Allah SWT sebagai masjidnya para nabi tersebut harus menjadi saksi pembantaian, jerit tangis warga muslim Palestina.

“ Ironis memang, tapi apa daya kita kecuali berjuang untuk menegakkan hak atas nama kebenaran dan melindunginya dari kekejaman masyarakat dunia. Al – Aqsha yang dulu damai, kini berubah menjadi kelam dan menakutkan, itulah faktanya. Oleh karena itu, mewakili umat muslim di Palestina kami meminta bantuan doa, kepada saudara-saudara semua agar Allah SWT segera mengangkat penderitaan warga Palestina,” ungkapnya penuh harap.

Menyambung pernyataan Syekh Nehad, Impron Supriyadi Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Rahmat mengatakan bahwa dalam hadist H.R. Ahmad dari Abu Dzar pernah bertanya Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis” . Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun“.

Secara historis, kata Imron, Masjid  Al- Aqsha ini memiliki peran sentral dalam perkembangan peradaban manusia, karena sejak dahulu tempat ibadah ini menjadi tempat tersebarnya syiar-syiar para nabi ‘alaihim ash-shalatu wa salam.

“  Ia berada di Kota Jerusalem, sebuah kota yang menyaksikan begitu banyak nabi yang Allah utus dan berdakwah di sana, sebuah kota yang menyediakan air yang diminum oleh para utusan Allah, udara yang mereka hirup, dan tanah tempat mereka berpijak dan merebahkan tubuh mereka yang mulia. Yang paling utama dari para nabi dan rasul itu adalah khalilu-r Rahman, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, kemudian Nabi Ishaq, Ya’qub, Dawud, Sulaiman, Musa, Harun, Zakariya, Yahya, Isa ‘alaihim ash-shalatu wa salam. Nabi Yunus ‘alaihissalam pernah membebaskannya dari orang-orang yang ingkar kepada Allah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berziarah ke sana dalam peristiwa isra mi’raj, dan nabi-nabi lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu,” Imron membeberkannya.

Lihat Juga :  Berlelah-Lelah Dalam Mencari Nafkah

Menurut Imron , ada fakta lainnya mengenai Masjid Al-aqsa yang terdiri dari Komplek masjid al Aqsa ada 8 masjid. Semua wilayah yang masuk dalam kompleks masjid Al-aqsa.

“Terdapat 15 gerbang menjadi pintu utama masjid Al-aqsa, 6 gerbang tidak bisa dimasuki orang muslim, sisanya dijaga ketat oleh zionis. Masjid Al-aqsa milik dan haknya umat Islam sedunia, Laknatullah bagi  mereka  yang larang umat Islam untuk masuk,” tegasnya.

“ Terakhir, kita  merasa miris, kebebasan Indonesia tidak bisa dirasakan oleh rakyat Palestina. Walaupun kita jauh secara geografis tapi emosional kita sesama umat Islam, tentu sangat dekat. Mereka saudara kita seiman. Mari kita bantu mereka  dengan materi maupun doa bagi  keselamatan tanah suci Umat Islam ini ,” tuturnya.

Melansir dari  Republika.com, praktik sewenang-wenang Israel atas penutupan pintu Al-Aqsha adalah tindakan yang tidak dapat diterima. Pernyataan tersebut juga menyerukan adanya aksi segera, termasuk langkah-langkah politik dan hukum terhadap pelanggaran Israel dan dukungan bagi rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel menganeksasi seluruh kota pada 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Pada akhir 2000, kunjungan politisi Israel kontroversial Ariel Sharon ke Al-Aqsa memicu apa yang kemudian dikenal sebagai “Intifada Kedua,” selama lima tahun. Ribuan warga Palestina mati syahid. **

Reporter :  Maya Citra Rosa
Editor : Jemmy Saputera

 

 

 

 

 

Close