SYARIAT

Enam Kewajiban Suami Terhadap Istri, No 5 Sering Dianggap Sepele

 

AsSAJIDIN.COM — Pengantin Baru atau Pengantin Lama? Karena kesibukan dan rutinitas sehari-hari, kadang-kadang atau bahkan sering lupa dengan kewajiban dan hak suami terhadap istro.

Apa Saja Kewajiban Suami terhadap Istri?

Selain kewajiban istri terhadap suami, suami juga memiliki kewajiban yang mesti ditunaikan pada istri. Berikut ulasan lengkapnya.

Memiliki rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah adalah dambaan setiap pasangan. Untuk mencapainya tentu diperlukan peran dari dua belah pihak: suami dan istri.

Kebanyakan nasihat masih berkutat pada tugas dan kewajiban seorang istri pada suami. Nah, bagaimana dengan tugas seorang suami terhadap istri? Berikut penjelasannya.

1. Menafkahi

Nafkah adalah hak wajib seorang istri dari suaminya. Ketika menikah, maka seorang laki-laki secara otomatis bertanggung jawab atas kelangsungan hidup istrinya. Karenanya, suami wajib memberikan nafkah secara cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan, termasuk juga biaya anak-anak.

2. Menggauli Istri dengan Baik

Selain nafkah lahir, istri juga membutuhkan nafkah batin—yang diwujudkan dalam hubungan suami istri yang mesra dan penuh kasih sayang. Seorang suami wajib menggauli istrinya sebaik mungkin.

Kriteria hubungan intim yang baik menurut Islam adalah tidak ada unsur kekerasan, dilakukan dengan penuh kasih sayang, dan tidak ada unsur keterpaksaan. Ada kalanya istri menolak berhubungan badan karena capek, hendaknya suami memahami hal ini.

Lihat Juga :  Lima Dosa Terbesar Menurut Alquran dan Hadist

3. Menjaga Aib Istri

Jangan sekali-kali menceritakan kehidupan pribadi istri atau rumah tangga Anda kepada orang lain, terutama yang sifatnya cukup privat. Sebagai suami, sudah sepatutnya Anda juga menjaga marwah istri dengan tidak menceritakan kejelekan atau keburukannya di hadapan orang lain. Selain tidak etis, hal ini juga akan sangat menyakiti perasaan istri Anda sebagai pasangannya. Bagaimanapun, aib istri adalah aib suami juga.

Dari Abdurrahman bin Sa’id, ia berkata; “Aku mendengar abu Sa’id al-Khudri berkata, Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya disisi Allah Swt pada hari kiamat adalah suami yang menunaikan hajatnya kepada istrinya dan istri yang menunaikan hajat kepada suaminya, kemudian suami tesebut menceritakan rahasia istrinya.” [HR. Muslim]

4. Membimbing Istri

Suami adalah imam (pemimpin) bagi istri dan keluarga. Maka sudah sepatutnya Anda memberikan contoh yang baik dan membimbing keluarga ke jalan yang benar dan sesuai dengan tuntutan syairat. Selain mencukupi kebutuhan pendidikan keluarganya, suami/ayah juga wajib membimbing keluarga dengan ilmu agama.

5. Memperlakukan Istri dengan Baik

Lihat Juga :  Siapakah yang Dimaksud Allah SWT, Sebaik-baik Manuasia? Ini Penjelasan Hadist Nabi

Menikahi seorang perempuan artinya Anda siap mengambil alih tanggung jawab dari orang tuanya. Oleh karena itu suami diwajibkan untuk selalu memperlakukan istri sebaik mungkin, menjaganya dengan penuh kasih sayang, serta mencukupi kebutuhannya.

Sedikit catatan, jangan melimpahkan segala urusan rumah tangga kepada istri, misalnya mencuci, memasak, mengurus anak, dan sebagainya. Ringankan bebannya dengan bersama-sama melakukan tugas rumah tangga. Niscaya ia akan semakin bahagia dan mencintai Anda.

“Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian dan jangan memukul wajahnya dan jangan pula meninggalkannya kecuali ia berada di dalam rumah (ketika isteri membangkang)“ [HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah]

6. Menghormati Orang Tuanya

Orang tua istri adalah orang tua Anda juga. Jadi belajarlah untuk menaruh rasa hormat dan berbakti kepada keduanya. Perlakukan mereka selayaknya orang tua Anda sendiri. Meskipun mungkin ada sifat dan perilaku mereka yang kurang Anda sukai, jangan sekali-kali berkata atau berperilaku kasar kepadanya.

Nah, demikian beberapa kewajiban seorang suami kepada istri. Semoga tulisan ini bisa menjadi bekal tambahan bagi Anda untuk menuju keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah, ya.(*/sumber:muslim.or.id)

Tags
Close