MOZAIK ISLAM

Masjid Jogokariyan yang Fenomenal, Kas Selalu Nol tapi Berhasil Memakmurkan Warganya

 

ASSAJIDIN.COM — Bila sedang atau berencana ke Yogyakarta, coba sempatkan mampir ke masjid Jogokariyan. Anda akan menyaksikan sebuah masjid yang makmur dan melaksanakan ajaran Islam secara kaffah.

Warga kampung Jogokariyan setiap waktu memakmurkan masjid ini, masjid ini buka 24 jam sebagai pusat ibadah, ekonomi, budaya penduduknya.

Setiap selesai subuhan ada sarapan berjamaah, ngeteh berjamaah.

Selain itu ada yang unik di masjid ini.
Bagi jamaah yang kehilangan apapun di masjid ini baik itu sendal, sepeda atau bahkan motor, maka pengurus masjid bertanggung jawab menggantinya dengan yang  baru dengan merek yang sama.

Warganya yang tidak ke masjid berjamaah didata, didatangi rumahnya dicarikan solusi hidupnya, kalau miskin dituntaskan, kalau anaknya tidak mampu sekolah langsung diberi beasiswa, kalau rumahnya rusak langsung dibedah dengan UANG SALDO MASJID, Saldo masjid ini harus NOL RUPIAH setiap dilaporkan ke Jamaah, tida  boleh ada yang nganggur, uang infaq dan sedekah mesti langsung tersalurkan ke Jamaah.

Masjid ini ada penginapan gratis bagi yang  musafir dan tidak mampu bayar hotel, fasilitasnya bintang 3, gratis makan, bahkan kalau ada musafir kehabisan ongkos ke Masjid ini saja, dijamin dikasi ongkos pulang .

Ada ATM beras, yang tidak mampu beli beras ke masjid saja gesek ambil beras, yang sakit ada klinik masjid gratis, ada ngopi ngeteh gratis tiap waktu dll .

Masjid ini buka 24 jam, pintunya tidak boleh digembok, semua permasalahan jamaah dikoordinasikan dengan pengurus dan dicarikan solusinya.

Masjid ini memiliki 36 toilet/kamar kecil jadi  jamaah tdk perlu antri berlama lama. Manajemen masjid ini sudah melakukan bedah rumah untuk 30 rumah di sekitar masjid.

Hla lain yang unik, masjid ini
membantu pemuda di sekitar masjid untuk memudahkan mereka menikah, membantu pelunasan hutang bagi jamaah yang terjerat Hutang,

Setiap jumat kotak amal masjid ini terisi minimal 13 juta rupiah/jumat, saldo itu harus di-Nol Rupiahkan segera, akan digunakan segera untuk kemaslahatan jamaah sekitar masjid,
Ada BUMM (Badan Usaha Milik Masjid)
Mau mampir beneran? Alamat Masjid Jogokariyan

Jl. Jogokaryan No.36, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55143

(0274) 419271
https://maps.app.goo.gl/dAKcz

Lihat Juga :  Yuk Ramaikan MTQ Kota Palembang Berlangsung di Pelataran BKB Hingga 27 Januari 2018

Kas selalu 0
Masjid yang kas saldonya selalu Rp. 0,- saat diumumkan..

Jika Masjid lain dengan bangga mengumumkan bahwa saldo infaknya puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumuman saldo-infak harus NOL Rupiah !!
menurut LKM Masjid, Infak itu ditunggu pahalanya untuk jadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank.

Pengumuman infak jutaan juga dihawatirkan akan menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit karena tak punya biaya atau tak bisa sekolah..

Masjid yang menyakiti Jamaah adalah tragedi da’wah, sehingga dengan pengumuman saldo infak NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya..

Masya Allah…

Bahkan mesjid ini malah mensejahterakan warganya dengan fasilitas wifi gratis, ruang olah raga untuk anak anak dan dewasa, buka puasa 5000 piring nasi setiap hari selama bulan Ramadhan..

Masjid juga sanggup mencover warganya yang sakit dengan membawa Kartu Sehat Mesjid ke Rumah Sakit dan Klinik manapun di Jogja..
termasuk memberi hibah umrah bagi jamaah yang istiqomah shalat subuh di Mesjid..

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” – (QS. At-Taubah 18)

22 Point Terpenting dari Masjid Jogokariyan

Masjid Jogokariyan menjadi masjid percontohan masjid yang makmur kegiatan di seluruh Indonesia.

1. Masjidnya hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2 tapi dengan 3 lantai, dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami’).

2. Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim yg kuat.

3. Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yg sudah sholat/belum, yg sholat jamaah ke masjid/belum, yg muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah.

4. Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dgn berbagai cara yang syar’i.

5. Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan.

Lihat Juga :  Sinergi Antar Gerakan Dakwah Islam di Dalam Menyongsong Kebangkitan Umat

6. Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid.

7. Yang belum jamaah ke masjid/belum sholat dibuat undangan seperti pernikahan dan disediakan makanan di masjid saat acara sholat jamaah. Makanan ditawarkan pada jamaah yang mau menjadi donatur untuk mentraktir makanan.

8. Yg belum bisa sholat diajari sholat oleh takmir (di masjid atau di rumah masing2)

9. Kas masjid tidak pernah besar bahkan targetnya adalah 0 (nol) tiap akhir bulan, karena kas masjid yg besar tanda takmir tidak bisa mengelola infaq jamaah menjadi pahala yg segera mengalir ke penginfaq.

10. Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dll tiap minggu ba’da subuh.

11. Ada 500 – 1000 nasi bungkus tiap ba’da jumat (dana swadaya jamaah).

13. Ada divisi usaha penyewaan kamar penginapan di lantai 3 masjid untuk membayar petugas kebersihan dan tambahan operasional masjid.

14. Tidak ada gaji untuk takmir kecuali petugas kebersihan, karena gaji dari Allah tidak ada maksimalnya, sementara gaji manusia ada minimumnya (UMR).

15. TPA diajar oleh anak-anak RISMA/RMJ.

16. Ada infaq beras (kotak amal khusus beras) untuk disalurkan ke dhuafa’, walaupun sekarang isi kotak infaq beras itu berubah jadi uang, karena jamaah malas bawa beras. Bantuan untuk dhuafa’ ini diambil di masjid ba’da subuh.

17. Masjid buka 24 jam dan ada WiFi gratis 24 jam.

18. Taklim untuk jamaah sangat banyak baik siang maupun malam.

19. Ada angkringan di depan masjid (tongkrongan) untuk jamaah ngobrol dan orang-orang mampir istirahat.

20. Jika masjid dikelola dengan benar dan dipercaya jamaah, maka dana-dana infaq dan dari donatur sangat mudah didapat, termasuk untuk donatur makanan, dll.

21. Jika kas masjid banyak justru jamaah malas menyumbang, tapi jika sedikit mereka akan tergerak untuk infaq.

22. Masjid itu milik Allah (QS AlJin: 18) sehingga rezeki masjid akan dijamin oleh pemilik masjid (Allah) dan takmir hanyalah pelayan umat (jamaah)

Semoga bermanfaat.(*/sumber: ummu rumaysha)

Tags
Close