Uncategorized

Kejutan Menhub RI Budi Karya Sumadi untuk Mahasiswa Unsri

AsSAJIDIN.COM —   Ratusan mahasiswa datangi Auditorium Universitas Sriwijaya dengan sangat antusias hingga memenuhi tempat tersebut.

Kegiatan Anten-anten Samo Menhub Republik Indonesia dan Anggota 1 Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia serta didampingi Gubernur Sumatera Selatan dan Rektor Universitas Sriwijaya. Senin, 4 Maret 2019 membawa kejutan bagi mahasiswa Unsri. Apa gerangan ?

Kuliah Umum yang dihadiri oleh Ir. Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Agung Firman Sampoerna Anggota 1 Badan Pemeriksaan Keuangaan Republik Indonesia, dan Gubernur Sumatera Selatan serta sejumlah tamu undangan yang datang dari berbagai macam instansi dan seluruh mahasiswa unsri berbagai macam jurusan. Tidak lupa kegiatan ini dimeriahkan oleh Vokalis Anji, Sahrul Gunawan dan Frisca.

Lihat Juga :  Puji Lestari, Santriwati yang Jago Stand Up Comedy

“Mahasiswa Unsri yang naik LRT dan Damri dipasang dengan tarif hanya 7.000 saja,” ungkap Ir. Budi Karya Sumadi. Inilah kejutan yang dimaksud. Hanya dengan Rp 7.000 mahasiswa Unsri terkoneksi mulai dari arah Bandara SMB II sampai ke Stasiun LJKA di Jakabaring langsung bisa naik Damri ke Kampus indralaya Ogan Ilir.

Budi menyemangati mahasiswa untuk memanfaatkan masa muda dengan hal yang baik dan kreatif. “Masa muda itu tidak akan kembali lagi maka gunakanlah masa muda itu dengan sebaik-baik mungkin. Kreatif, interaktif dan percaya diri gunakan seluruh kemampuan ini dengan baik,”tambah Budi.

Lihat Juga :  HD Wajibkan Pegawai Pemerintah Naik LRT Sebulan Sekali

Sementara Anggota  I BPK RI yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsri Agung Firman Sampurna mengucapkan  terimakasih untuk pemerintah pusat dan pemerintah Sumatera Selatan. “InsyaAllah dengan adanya dukungan dari pemerintah maka LRT ini solusi untuk mahasiswa Unsri, hal ini merupakan kebijakan antisipatif yang dapat kita manfaatkan. Yang menjadi contoh pertama itu kota Palembang namun masih banyak catatan yakni parkir, sistem terhadap akuntabilitas dalam permasalahan ini. Maka sebelum macet kota Palembang bisa kita bangun sarana dan prasarana yang dapat membantu kegiatan yang ada,” jelasnya. (*)

Penulis :Yolawati

Back to top button