NASIONAL

Forum Muslimah Bersatu Tandatangani Petisi Tolak RUU P-KS, Alasannya ini

 

ASSAJIDIN.COM — Ancaman adanya ideologi liberal yang tersembunyi dibalik Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS), menjadi point pertama Forum Muslimah Sumsel Bersatu menandatangani petisi Penolakan RUU P-KS dalam Focus Group Disscusion (FGD) RRU P-KS, di Lord Café, Jumat (1/02/2019).

Menurut Founder Forum Alumni Kohati (Forhati) Sumsel, Syafrida Syafrudin, S.H mengatakan dari judul RUU P-KS ini terlihat sangat mendukung dihapuskannya kekerasan seksual, namun itu hanya bungkusnya saja.
Namun ketika masuk dalam pasal 1 ayat 1, pemahaman isinya sangat multi tafsir, sehingga berpotensi mengkriminalkan ketika orang tua melakukan perannya.

Misalnya terjadi penyimpangan seksual, orang tua dapat dikriminal karena anaknya yang tidak suka terhadap nasehat orang tuanya tersebut.
“Sebenarnya potensi bahaya besar RUU P-KS yaitu ideologi dibaliknya, yang menjadi sasaran itu syariat Islam. Tentang perkawinan, orang tua, dan dakwah. Sangat subjektifitas. RUU P-KS benar-benar menegasi syariah dan agama, mengabaikan agama Islam, yang dianut mayoritas Islam,” ujarnya.

Lihat Juga :  Empat Alasan ini, Membuat Emak-emak Sumsel Tolak RUU PKS

Dalam pandangan Islam, kekerasan seksual ini masih akan terus terjadi selagi negara ini menganut akidah sekuler, atau sistem kapitalis. Sedangkan Islam telah memberikan solusinya, dengan kembalinya sistem syariat.

Syafrida mengatakan, UU itu berasal dari akal manusia yang terbatas untuk melindungi masyarakat dari segala kejahatan. Seperti kejahatan seksual yang kian marak, padahal orang di luar telah berhasil memperjuangkan perempuan menjadi posisi yang strategis, namun masih terjadi kejahatan seksual.

“Berarti bukan ketimpangan gender yang menjadi akar masalahnya, tapi manusia tidak punya kemampuan untuk membuat aturan yang bisa berlaku baginya hingga akhir zaman, karena akalnya terbatas,” tambahnya.

Lihat Juga :  Perempuan Berhijab Bernama Rasuna Said Jadi Tema Google Doodle, Siapakah Dia?

Dia menyatakan terdapat tiga pilar sehingga terwujudnya syariat Islam rahmatan lil’alamin. Pertama, negara menerapkan syariah, kedua masyarakat mengontrol, dan ketiga pribadi bertakwa. Oleh karena itu solusinya kembali kepada aturan Allah swt, sistem syariah.

“Fungsi umat Islam harus memahami syariatnya dan mendakwahkannya, tentu saja tujuan pertamanya umat Islam itu sendiri, baru setelah itu kepada umat lainnya,” tutur Syafrida. (*)

Penulis : Maya Citra Rosa

Back to top button