EKONOMI & BISNIS

Asosiasi UKM-IKM Nusantara : Menopang Ekonomi Umat Dengan Berdayakan UKM

“ Manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan bersuku-suku, berkelompok-kelompok, berlatar belakang beda satu sama lain, dan memiliki ciri khas satu dengan banyak hal lain. Maka dengan demikian, manusia bukanlah makhluk yang mampu hidup sendiri dan bersifat apatis,” Kata Ruda Ermansyah, Ketua UKM -IKM Nusantara membuka perbicangan Bersama AsSajidin Group saat soft opening Rumah Kreatif dan Huheyy! Cafe, Jumat (22/2/19)

Ruda menjelaskan terbentuknya Asosiasi UKM-IKM Nusantara Palembang sejak satu tahun yang lalu adalah bentuk keinginan dirinya dan beberapa teman dalam mengembangkan ekonomi umat melalui pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Indusri Kecil Menengah (IKM). Sehingga dengan adanya Asosiasi ini di harapkan, mereka yang memiliki kemampuan bersaing namun tidak mempunyai jaringan untuk memasarkan dapat terbantukan melalui Asosiasi yang sudah beranggotakan lebih dari 200 pelaku usaha ini.

“ Selama ini kan, kita selalu disajikan dengan beragam produk yang dikemas dalam wadah jaringan ritel besar. Nah, dengan begitu kan kasian juga melihat saudara-saudara kita yang secara kualitas maupun kuantitas produknya bagus tapi tidak punya tempat untuk memasarkan. Dan di sinilah, peran kita untuk menampung mereka, memberikan pengetahuan, pengelolaan maupun pembiayaan. Asalkan mereka mau berusaha, pasti akan kita bantu,” ujarnya.

Mengutamakan prinsip bersama kita bisa, bergotong royong kita sejahtera, kata Ruda  UKM-IKM Nusantara tumbuh dan berkembang. Ibarat batang lidi, kita tidak bisa membersihkan debu dan kotoran dengan maksimal . Namun dengan semangat yang menyatu maka, lidi-lidi tersebut akan berperan saling menguatkan satu sama yang lain. Itu lah disebut dengan sapu lidi, begitu pula dengan Asosiasi UKM-IKM Nusantara.

Ruda menambahkan bahwa, Asosiasi yang dibangunnya bersama ini adalah sebuah konsep besar. Dimana melalui peran UKM dan IKM diharapkan dapat menumbuhkembangkan perekonomian umat yang dirasa semakin hari semakin sulit. Terutama bagi pelaku usaha kecil yang dalam tanda kutip tidak memiliki pengetahuan secara mumpuni, baik dalam hal mengelola produk, memasarkan hingga menciptakan lapangan pekerjaan.

Lihat Juga :  Hukum Menjual Barang Sistem Pre Order Menurut Islam

Kendati demikian, ucap Ruda komitmen dirinya dan Asosiasi ini adalah turut serta mengembangkan ekonomi kreatif berbasis pariwisata. Maksudnya, Asosiasi ini dibangun untuk menunjukkan kepada dunia bahwa, Sumatera Selatan (Sumsel) dan Palembang khususnya, sebenarnya memiliki potensi yang besar terutama untuk produk industry rumahan.

“ Target kita dalam waktu dekat setidaknya ada 5 kedai yang akan dibangun. Rumah Kreatif Huheyy ini yang pertama. Nanti aka ada kedai lain yang akan menyusul, kita ada di Cambai Agung persisnya di belakang Hotel Vive dan di Seberang Ulu tepatnya di depan Tugu KB. Insya Allah semua akan kita berdayakan seluruh anggota untuk berperan dalam mensukseskannya,” Ruda berharap.

Sementara itu,  Iskandar Owner Huheyy! Cafe yang  juga merupakan anggota UKM IKM Nusantara Palembang menuturkan bahwa,  Rumah Kreatif ini sengaja dibentuk sebagai tempat berkumpul untuk para UKM/IKM dan juga untuk menampung semua produk yang dihasilkan para anggota.

“Saya ingin mengajak temen-teman untuk maju bersama-sama. Dan disini juga disediakan tempat untuk menjual produk makanan, minuman dan kerajinan yang mereka hasilkan,” ujar Iskandar

Sebagai seorang muslim, Iskandar tahu bahwa semangat bergotong royong telah di amanatkan dalam ajaran agama Islam, terutama QS: Al- Maidah (2) dimana Allah SWT berfirman yang terjemahannya “… dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.”

“ Mengacu pada ayat diatas, saya berkeyakinan jika jalan yang kami tempuh ini adalah suatu kebaikan. Maka tidak ada kata ragu dalam menjalankannya. Lagi pun, Rumah Kreatif dan Huheyy! Cafe ini tidak menyediakan produk-produk yang di larang agama. Semuanya halal, produk kita mengutamakan itu,” tegasnya.

Lihat Juga :  Insya Allah, di Mekkah Ada Mal Punya Indonesia, ini Lokasi dan Nama Malnya

Terletak  di Jalan H.M Saleh Simpang RS Ar Rasyid KM 7 Palembang. Rumah Kreatif dan Café Huheyy ini  buka dari  pukul  8.00 sampai menjelang maghrib yakni pukul 18.00. Rumah Kreatif ini terdiri dari dua lantai, untuk lantai pertama tempat menjual produk-produk hasil dari UKM/IKM dan juga Huheyy! Cafe. Lalu di lantai dua bisa digunakan untuk berkumpul.

“Jadi di sini tidak hanya bisa jual produk UKM/IKM tapi juga bisa sebagai tempat sharing informasi, edukasi dan pelatihan. Kedepan sebulan sekali atau dua kali akan kita adakan kumpul bareng di sini. Untuk harga yang disajikan, kami jamin sangat murah jika dibandingkan dengan café-café lain sejenisnya,” tutur  Iskandar.

Menurutnya saat ini sudah ada puluhan UKM/IKM yang bergabung di Rumah Kreatif dan menitipkan produknya seperti Kopi, Pempek, Abon Lele, Coklat, Kerupuk, Kemplang, Kerupuk Kulit Ikan, Gula Batok dan lain-lain.

“Untuk produk saya sendiri Kopi Huheyy!. Ada beragam varian kopi yang saya hadrikan untuk yang sachet ada rasa Moccino, White Coffee, Kopi Creamy, Kopi Gula atau Black Coffee dan ada juga yang kemasan graman mulai dari 80 gram,” jelasnya.

Lalu untuk di Huheyy! Cafe nya ada makanan dan minuman seperti Nasi Goreng, Kentang, Mi Ayam, Pangsit dan lain-lain. Untuk harganya yang dibandrol juga cukup terjangkau mulai Rp 5000.

“Untuk produk UKM/IKM yang ditempatkan di sini sangat kita perhatikan, baik dari segi kemasan, berijin, halal dan lain-lain. Jadi kalau mau beli oleh-oleh bisa di sini, karena kemasan yang kami hadirkan cukup menarik dan cocok untuk oleh-oleh,” ungkapnya.

Editor : Jemmy Saputra

Close