SYARIAT

10 Kiat Wafat Husnul Khatimah

ASSAJIDIN.COM —  Batas usia tiada orang yang tahu. Semua hak prerogatif Sang Khalik, kita hanya menunggu giliran. Hari ini teman, saudara, siapa tahu besok kita…

Kita hanya perlu bersiap, dan berharap wafat secara husnul khatimah.  Berikut 10 Kiat Wafat Husnul Khatimah dari ustad Najmi Umar Bakar

(1). Benarnya aqidah dan ibadah, istiqamah di atas keikhlasan (tidak berbuat syirik) dan mengikuti syariat yang telah Nabi ﷺ ajarkan dan contohkan (QS. Fussilat [41]: 30)

(2). Selalu bertaubat dari dosa-dosa, dan tidak menjadikan maksiat sebagai amal yang terus-menerus menjadi kebiasaan

(3). Selalu berbaik sangka kepada Allah

“Tidak akan terkumpul 2 rasa ini (rasa takut dan harap) dalam hati seseorang pada saat seperti ini (sakaratul maut), melainkan Allah akan memberi apa yang ia harapkan serta memberikan rasa aman dari apa yang ia takuti” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, hadits dari Anas bin Malik, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3383)

(4). Sering mengerjakan amal shalih yang telah dikhususkan dalilnya, di antaranya adalah :

“Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan memadamkan kemurkaan Rabb (Allah) dan dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khatimah)” (HR. At-Tirmidzi no. 664, hadits dari Anas bin Malik, ash-Shahiihah no. 1908)

“Malam ini Rabbku mendatangiku, lalu ia menyebutkan hadits sampai ia berkata, Dia berfirman kepadaku : “Ya Muhammad, tahukah engkau dalam urusan apakah para Malaikat di langit berselisih ?” Aku menjawab : “Ya, dalam urusan derajat dan kafarat, melangkahkan kaki menuju shalat jamaah, menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin, menunggu shalat sesudah shalat. Barangsiapa yang menjaganya maka ia hidup dalam kebaikan dan MATI dalam KEBAIKAN dan dosa-dosanya (bersih) sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya” (HR. At-Tirmidzi, hadits dari Ibnu Abbas, lihat Shahiihut Targhiib no. 302)

Lihat Juga :  Mbah Moen Wafat di Tanah Suci, Sempat Cium Hajar Aswad, Syekh Ali Jaber-Aa Gym Minta Masyarakat Kirim Doa

(5). Sering beramal shalih secara umum

“Berbagai perbuatan baik akan menghindarkan seseorang dari kematian yang buruk, bencana dan kehancuran…” (HR. Al-Hakim, hadits dari Anas, Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 3795)

(6). Banyak mengingat kematian dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia

(7). Berdoa agar tidak dikuasai oleh syaithan ketika saat menjelang ajal

اللهم اِنّي اَعُوْذُ بِكَ اَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَان عِنْدَ المَوْت

“……..Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan syaithan pada saat akan meninggal dunia……” (HR. An-Nasaa’i dan al-Hakim, hadits dari Abi Yasar, Shahiihul Jaami’ no. 1282)

(8). Sering berdo’a minta husnul khotimah

أَللّٰهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ وَلَا تَخْتِمْ عَلَيْنَا بِسُوْءِ الْخَاتِمَةِ

“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah dan janganlah engkau akhiri hidup kami dengan su’ul khotimah”

(9). Membaca doa sayyidul istighfar

“Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni Surga.

Lihat Juga :  Keutamaan Sholat Tarawih dan Beberapa Pilihan Doa Tarawih

Barang siapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni Surga” (HR. Bukhari no. 6306, 6323, hadits dari Syaddad bin Aus)

(10). Membaca do’a sebelum tidur

“Jika engkau akan tidur, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, lalu berbaring di sisi kananmu, kemudian bacalah :

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

“Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena harap dan takut pada-Mu. Tidak ada tempat perlindungan dan keselamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus”. Jika malam itu engkau mati maka engkau mati diatas fitrah dan jadikanlah ia ucapanmu yang terakhir” (HR. Bukhari dan Muslim, hadits dari al-Baraa’ bin ‘Aazib)

Sesungguhnya seorang hamba akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalani selama di dunia, dan seseorang yang selamat di alam kubur adalah orang yang selamat ketika di akhir hidupnya.(*/sumber:https://telegram.me/najmiumar)

Tags

Berita Terkait

Close