SOSOK

Riduan Mahasiswa Tuna Netra di UIN Raden Fatah: Mandiri dan Ingin Jadi Pendakwah

 

AsSAJIDIN.COM — HANYA ada satu kata ketika melihat sosok mahasiswa yang satu ini. Salut dan luar biasa. Ya, dialah Muhammad Riduan, satu-satunya mahasiswa penyandang tuna netra yang nekad berkuliah di UIN Raden Fatah Palembang.
Kenekatannya sudah terbukti. Memasuki semester lima, Riduan tetap gigih menyelesaikan tahap demi tahap mata kuliah yang diambilnya.

Dibincangi Assajidin.com di sela-sela waktu senggang menunggu dosen mata kuliah, Riduan bercerita dia berasal dari Desa Pematang Panggang kec. OKI Mesuji. Sejak 2017 lalu, menjadi mahasiswa UIN Raden Fatah jurusan komunikasi penyiaran Islam. “Saya suka masuk UIN karena mendalami soal keislaman, selain itu kan ini universitas negeri, saya ingin jadi pendakwah, “kata bungsu dari 8 bersaudara ini.

Lihat Juga :  Dirawat Lagi di Rumah Sakit, Begini Kondisi Terkini Ustaz Arifin Ilham

Meski berbeda dengan teman-temannya Riduan semangat berkuliah. Dia cukup mandiri untuk datang dari tempat kos sampai ke Kampus. “Ya, kadang naik ojol, atau bareng teman, apapun cara, saya bulatkan tekad untuk ke kampus,” kata Riduan.
Diakui, sejak lahir Riduan mengalami gangguan pada matanya. “Tidak pernah berobat, orangtua dan saya terima kondisi seperti ini,” kata Riduan yang menghabiskan masa pendidikan mulai dari TK, SD dan SMP PRP SLB A PRPC N panti rehabilitas cacat netra Palembang yang beralamat di jln Sosial.

Setelah lulus Riduan melanjutkan sekolah di SMA SLB Negeri 2 A citehu Rewuk Cimahi Bandung.

Dalam menjalani aktivitas sehari-harinya riduan bisa sendiri tanpa bantuan orang lain.
Baru-baru ini Riduan senang bukan kepalang karena dia berhasil mendapatkan beasiswa dari PLN. “Cukup untuk membayar kuliah saya,” kata Riduan yang kini juga menjalani profesi sebagai terapis pijat urut, di sela waktu luang di luar kuliah.(*)

Lihat Juga :  Menag Resmikan Gedung Tertinggi di Kampus UIN Raden Fatah Palembang

Kiriman Tulisan: Yoshie

Tags

Berita Terkait

Close