MOZAIK ISLAM

Hari Jumat dan Surat Al Kahfi

 

ASSAJIDIN.COM — Waktu seperti cepat sekali berlalu.. Rasanya baru kemarin berada di hari Jumat, kini sudah hari jumat lagi.

Istimewanya hari Jumat seperti telah di riwayatkan dalam kitab Shahih Muslim.

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Sebaik-baiknya hari dimana sang surya menyinari nya adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at nabi Adam As diciptakan, dimasukan ke dalam surga, dan di keluarkan dari surga. Dan kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat” (H. R. Muslim)

Berikut dalil shohih yang menyebutkan perintah dan keutamaan membaca surat Al-Kahfi yaitu
Pertama, dari Abu Sa’id al-Khudri radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273.

Lihat Juga :  Renungan dari Pidato BJ Habibie, Kalaulah Kita Sempat?

Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih. Kedua, dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, disebutkan;

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.”

Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

Ketiga, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”

Lihat Juga :  PT. Medco Bersama Rumah Zakat Sumsel Khitan 200 Anak

Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”.

Iringi amalan amalan tersebut dengan terus berbuat baik, sedekah sempat sempit, menahan amarah, memafkan orang lain.

Semoga Allah membuka pintu rahmat untuk kita semua agar selalu berada di jalan-Nya.(*/yolawati/sumber: tribunjabar.com)
#Yolawati

Tags
Close