MOZAIK ISLAM

Luruskan Sejarah Alasan Perubahan Nama Masjid Agung Palembang Menjadi Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo

PALEMBANG, ASSAJIDIN.COM – Berabad abad berdiri dan beberapa kali berganti nama, di tahun 2019 ini penamaan kembakiĀ  Masjid Agung akhirnya disepakati dengan nama Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo. Nama baru ini sudah disepakati dan telah diresmikan Gubernur Sumsel H Herman Deru beberapa waktu lalu.

Keputusan ini dihasilkan setelah yayasan bersama zuriat Palembang mengelar pertemuan untuk mencari solusi dari polemik yang berkembang.

Rapat berlangsung alot dengan argumen dan data masing masing pihak. Meski ada perbedaan pendapat namun ada akhirnya sepakat untuk membenarkan penamaan yang sesuai dengan nilai sejarah. Plang nama dengan nama baru juga sudah disiapkan.

Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang Syarnubi didampingi oleh Sekretaris Rachtman Z dan Ketua Pengawas Mukti Sulaiman mengatakan pembuatan plang dan nama masjid karena Masjid Agung sendiri sering didatangi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Karena kebiasaan wisatawan ini berfoto di halaman dan masjid namun tak menunjukan lokasi wisatawan tersebut berada di masjid mana.

Lihat Juga :  Siksa Kubur Sementara atau Selamanya? Begini Penjelasannya

Ketua Zuriat Palembang, Iskandar Sulaiman, menyambut baik pihak yayasan yang mau mendengarkan masukan pihaknya terkait plang penamaan masjid. Menurut dia, pihaknya tak bermaksud apa apa, tujuannya cuma untuk meluruskan nilai-nilai sejarah.

“Kami setuju penamaan masjid semula Masjid Agung SMB II menjadi Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo,” kata dia.

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sumsel, Farida mengatakan, penambahan angka I rowawi sangat berarti untuk warisan sejarah. Bahwa masjid yang sekarang menjadi ikon Kota Palembang ini didirikan oleh SMB I yang sebelum diangkat Sultan bernama Jayo Wikramo. (*/sumber: sripoku.com)

 

Tags

Berita Terkait

Close