POLITIK

Anak Petani Juga Bisa Jadi Politikus Mengemban Amanat Rakyat

AsSAJIDIN.COM — Keterbatasan ekonomi keluarga tidaklah menjadi  halangan bagi seseorang untuk menggapai sukses termasuk terjun di dunia politik. Begitu juga latar belakang dari keluarga petani yang hidup dengan segala keterbatasan hendaknya bisa menjadi cambuk untuk menggapai impian.

Hal itu pulalah yang mengilhami Muhammad Ali, SH untuk terus berjuang menggapai cita-citanya dan berbuat untuk orang banyak.

Muhammad Ali, SH merupakan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muratara periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Musi Rawas ,Ulu Rawas, Rawas Ulu, Rawas Ilir dan Nibung
ia juga menjabat sebagai Ketua komisi ll DPRD Musi Rawas Utara dan sebagai wakil ketua DPC Gerindira Musi Raws Utara.

Muhammad Ali, SH adalah salah satu politikus yang memulai karier dari nol. Halangan dan rintangan tidak pernah lepas dari perjalanan hidupnya. Baik sejak masa kecil ketika menjadi pelajar, mahasiswa,  ia juga aktif di organisasi, sebagai sekretaris DPC PPDI kabupaten musi rawas, Angota pertai GERINDRA kabupaten musi rawas, Ketua badan Komunikasi Pemuda dan masyarakat ulu rawas (BKPM-UR), Pembina Ulu Rawas Bersatu (URABES) sejak tahun 2009-sekarang

Lihat Juga :  OPD Palembang akan Berlakukan Tanda Tangan Digital

Ia seakan tak pernah berhenti  berjuang, berpacu dengan waktu menggapai setiap asa meski dengan segala keterbatasan.

Muhammad Ali, SH adalah anak seorang petani yang hidup pas-pasan. Ia juga anak desa. Lahir di Desa Muara Kulam pada 01 November 1978.
Namun keterbatasan ekonomi keluarganya membuat ia tak patah semangat. Karena keadaan itu pula membuat jiwa mandiri Ali sudah terasa sejak kecil.

Kehidupannya terasa pahit ketika di tinggal ibu nya meningal dunia Sejak Kelas 5 (lima ) SD ia mengenal bagaimana harus bisa bekerja keras untuk menghadapi kerasnya tantangan hidup.

Masa-masa menjadi pelajar di MTs Persiapan Negeri Muara kulam  Ali dikenal sebagai seorang yang rajin dan patuh terhadap orang tua, ia selalu membatu orang tua ketika pulang sekolah, ia banyak menghabiskan waktu membantu orang tua ketimbang menghabiskan waktu bermain sama teman-teman.

Semasa SMA ia tinggal di Panti Asuhan Budi Mulia Jalan Bengawan Solo Bukit Sulap Kota Lubuklinggau ,kehidupan yang jauh dari keluarga membuat ia semakin mandiri.

Dengan segala keterbatasan ekonomi sejak masa kecil itu pulalah maka  terbentuk karakter Ali seorang pekerja keras.

Lihat Juga :  Gubernur Baru, Disdik Sumsel Siapkan Anggaran Rp 207 Miliar, Lanjutkan Program Sekolah Gratis

Bicara kariernya yang cukup mulus di panggung poltik, menurutnya juga tak terlepas dari kehendak Allah SWT dan tekad maupun kerja kerasnya.

Ali mengakui, sebagai anak yang  lahir di sebuah desa, tentu perjuangan di dunia politik bukanlah hal yang mudah.

“Karena saya tidak punya faktor penunjang seperti faktor finansial, faktor keluarga yang punya background politik. Politik ini memang saya rintis dari bawah. Atas kondisi itulah saya merasa tertantang untuk terus berkiprah di dunia politik,” tutur suami dari Emy Puji Lestari dan telah dikaruniai seorang anak Luckyta Nurmily Agustin.
“Perjalanan hidup saya  itu membuktikan seseorang yang berasal dari desa, seorang anak petani juga bisa berkiprah di dunia politik,”

Kini, Ali berencana maju kembali untuk menjadi calon legislatif
pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019 ia kembali mencalonkan diri Nomor Urut 2 dari Partai Gerindra daerah pemilihan Muratara 3 (Kec. Rawas Ulu – Kec. Ulu Rawas). “Motto saya mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan diri sendiri, sederhana, peduli sosial dan merakyat,” katanya.(*)

Kiriman tulisan : Leni Rusmita

Tags
Close