PENDIDIKAN

KKN Mahasiswa UIN RF Diakhiri dengan Zikir dan Tabligh Akbar

PALEMBANG, ASSAJIDIN.COM – setelah 45 Hari, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang resmi ditutup dengan Zikir dan Tabligh Akbar dengan tema kita tingkatkan ghoroh memBerdayakan masjid dan potensi dakwah bersama Ustadz. H. Hidayatullah, M. Hum dan Ustadz Syofwatillah Mohzaib, S. Sos. I yang diikuti oleh 800 Jamaah bertempatan di Masjid Al Hijrah Sukabangun I Kecamatan Sukarami, Rabu (30/01/2018).

KKN mandiri perdana yang dilakukan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi ikut membantu program unggulan Pemerintah Kota terkait tema KKN Berbasis Pemberdayaan Masjid dan Pengembangan Potensi Dakwah dan ditutup oleh walikota yang diwakili oleh kepala Dinas Pendidikan.

Lihat Juga :  ISS Wadah Praktik dan Kajian Mahasiswa FISIP UIN Raden Fatah

Kepala Dinas Pendidikan, H. Ahmad Zulinto mengatakan dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan puncak rangkaian kegiatan zikir dan tablig akbar di masjid al – hijrah. “Saya lihat dan mendapatkan laporan, bahwa kegiatan KKN yang meramaikan dan menghidupkan masjid serta ikut gotong royong sesuai dengan program unggulan pemkot,” katanya.

Ditempat yang sama, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Kusnadi, M. A, mengungkapkan zikir dan tabligh akbar diadakan dalam rangka kegiatan akhir KKN Mandiri sesuai dengan tema yang diusungkan.

“Mereka dapat memfungsikan masjid sesuai porsinya, dan potensi dakwah kita kembangkan juga di masjid, misalnya mengaktifkan kembali remaja masjid”, Katanya

Ia menambahkan, sebanyak 220 mahasiswa terdiri dari Jurusan Jurnalistik, Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) , dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi dibagi menjadi 20 kelompok, 16 kelompok di Kelurahan Sukajaya dan 4 kelompok di kelurahan Sukabangun kecamatan sukarame.

Lihat Juga :  “Mengalah” Dalam Berdebat Kusir

Selain itu, manfaat KKN mandiri adalah alternatif mahasiswa bagi mereka yang bisa konsultasi dengan pembimbing.

Sementara itu, Penceramah Tabligh Akbar, Ustadz Syofwatillah mengatakan untuk berdakwah artinya menyiarkan islam dimana saja, tetapi utamakan memakmurkan dan meramaikan masjid.

“Saya berharap mahasiswa bukan hanya KKN saja, tapi dalam kehidupan sehari hari dakwah dapat diaplikasikan. Tidak mesti harus dengan ceramah namun dengan sesuai kelebihan masing-masing,”katanya.(*)

Reporter Tri Jumartini Ilyas

Tags
Close