Uncategorized

Adipura dan Persoalan Sampah yang Belum Tuntas di Masyakarat

ASSAJIDIN.COM –– Kebersihan lingkungan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Kebersihan sebagian dari iman.

Bila kita sudah terbiasa menjaga kebersihan maka jika melihat tempat yang tidak bersih perlu kita segera bersihkan agar hilang dari pandangan mata. Semakin banyak kotoran yang dibiarkan menumpuk semakin tidak baik untuk dilihat. Dan yang lebih bahaya lagi akan mendatangkan berbagai wabah penyakit.

Baru-baru ini Palembang mendapatkan lagi piala Adipura, sebuah penghargaan tertinggi dari pemerintah untuk kota yang dianggap sukses menjaga kebersihan. Palembang memang mengalami perkembangan pesat. Taman kota yang asri dan jalan jalan di tenga kota yang nersih dan tertata rapi. Itu smeua tidak lepas dari peran pasukan kuning alias petuga kebersihan.

Lihat Juga :  Kloter Terakhir Tiba di Palembang, Empat Jemaah Masih Dirawat di Arab Saudi

Tapi beberapa sudut kota Palembang terutama di.kawasan permukiman penduduk, masih saja ditemui kawasan yang masih belum layak dikatakan sukses menjaga kebersihan. Salah satu contohnya di kawasan  Jln Rawa Jaya 1 Palemvanf.

Hajriana Mahasiswi UiN Raden Fatah Palembang mengatakan  masih banyak masyarakat dan mahasiswa yang sering membuang sampah sembarangan. Tanpa memperdulikan orang di sekitar.

Sebenarnya masyarakat dan mahasiswa sudah mengetahui dampak dari membuang sampah sembarangan tapi karena sudah budaya tetap melakukannya.

“Terkadang mereka yang membuang sampah tidak melihat bahwa sampah yang mereka buang semakin menumpuk dan menyebabkan bau busuk. Sampai-sampai kalau hujan deras sampah tersebut bisa hanyut kemana-mana,”katanya.

Lihat Juga :  Kisah Pak Tua Usai Kehilangan Uang, Semoga Kita Mengambil Hikmah

Mengapa sampai demikian karena tidak tersedianya tempat pembuangan sampah yang memadai untuk menampung sampah. “Kalaupun ada mungkin jauh dari jangkauan mereka,” Tutup hajriana.

Warga lain, Nur Muhammad (59) mengatakan tempat masyarakat dan mahasiswa yang sering membuang sampah itu adalah tanah milik Dr. Subandi Hasan yang tinggal di Jakarta. “Ini tentu salah. Kita berharap pemerintah menyediakan TPS utk warga membuang sampah, jadi tidak sembarangan apalagi menggunakan.lahan orang yang tidak ada.izinnya,,” katanya.

Ya, walaupun Palembang meraih adipura berkali kali tapi ternyata persoalan sampah belum tuntas di masyarakat. Masih perlu dilakukan pembinaan, dukungan fasilitas dan keinginan untuk bersama-sama menjaga lingkungan untuk kepentingan bersama.(*)

kiriman tulisan : Yurniana

Back to top button