PENDIDIKAN

Berjuang Memerangi Hoax Termasuk Bela Negara, Budayakan Cek and Ricek

PALEMBANG, ASSAJIDIN.COM —  Bertempat di Gedung Serbaguna Pusat Informasi Haji (PIH) Palembang seluruh siswa/i kelas XII MAN 1, 2, dan 3 menghadiri acara Pembinaan Siswa Madrasah Pada Kegiatan Bela Negara, Sabtu(19/01).

Acara yang diawali dengan Pembacaan Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Muhammad Farhan dari MAN 2 Palembang ini dihadiri oleh Kasubbag Inmas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, H Saefudin Latief dan para Kepala Madrasah di kota Palembang.

Kasubdit Lingkungan Pekerjaan Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Sudi Prihatin menyampaikan bahwa media sosial menjadi sarana berkomunikasi dan bersosialisasi generasi milenial dimana berita bohong atau hoax sangat mudah ditemui.

Lihat Juga :  Perempuan Hidup Kembali Selama 5 Jam, Ternyata tidak Benar, Begini Kejadian Sebenarnya

“Jangan mudah percaya pada informasi atau berita yang didapat dari media. Jangan pula mudah men-share atau menyebarluaskan berita tersebut sebelum memverifikasi dan meyakini bahwa itu benar,” ujar Sudi.

Lebih lanjut Sudi mengatakan bahwa sebuah kebohongan atau Hoax yang diyakini sebagai kebenaran dan kemudian disebarluaskan akan menyebabkan konflik horizontal yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Maka penting sekali bagi pengguna Media Sosial, terutama generasi muda yang merupakan generasi milenial untuk dapat menyaring, memilah dan memilih informasi dengan cerdas. Ini merupakan salah satu bentuk bela negara,” lanjutnya.

Lihat Juga :  Nasib Siswa Pinggiran Kota, Kekurangan Buku hingga Guru

“Bela negara tidak hanya berperang melawan musuh menggunakan senjata di medan perang, berjuang memerangi Hoax juga merupakan satu bentuk bela negara,” jelas Sudi.

“Maka marilah kita stop menyebarkan Hoax, budayakan cek dan ricek ketika menerima sebuah berita atau informasi. Wujudkan persatuan dan kesatuan demi masa depan bangsa dan negara,” pesannya. (*/sumber: rilis kemenag sumsel)

Back to top button