LENTERA

Sabar Tiada Batas, Curhat Jangan ke Sosmed, Curhatlah kepada Allah SWT

ASSAJIDIN.COM — Sudah habis kesabaranku. Aku sudah tidak sabar lagi. Sabar ada batansya…

“Kata siapa sabar itu berbatas, yang menyebutkan sabar itu berbatas salah besar. Sabar itu tanpa batas”

Hal ini dikatakan Ustad Drs H Supadmi Kohar MM ketika mengisi pengajian dan pengkajian yang diselenggarakan Majelis Taklim Al-Mukaramah Ahad lalu di Masjid Nurul Iman 32 Ilir Palembang.

Majelis taklim ini merupakan salah satu komunitas islam yang diadakan oleh ibu-ibu dan generasi muda untuk berbagai kebaikan baik itu berupa ilmu, informasi.

Mengajarkan tentang cara mengaji dan membaca Al-Qur’an dengan tartil yang benar. Serta mengamalkan Al-Qur’an. Bukan sekedar mengaji saja tapi mengkaji kajian islam.

Lebih lanjut Supadmi menjelaskan sabar adalah separuh iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi).

Lihat Juga :  Kemenag Hanya Layani Pendaftaran Nikah Secara Online Mulai 1 April 2020

Dicontohkan mayoritas ibu ibu
Yang banyak tidak sabar. Seperti tidak sabar belum mendapatkan anak, tidak sabar jika diuji dengan anak yang nakal, mertua yang jahat, suami yang pelit, tidak sabar karena pekerjaan suami sebagai karyawan biasa dan gajinya pun kecil. ”
Dikit-dikit bikin status sosmed, posting foto di sosmed menceritakan tentang aib ibu-ibu sendiri. Seakan-akan sosmed itu tuhannya. Jadi kebanyakan ibu-ibu yang agak lebay karena menceritakan kondisinya yang sedang dalam ujian Allah” sindir Ustad.

“Percuma juga ibu-ibu dikit-dikit buat status di sosmed. Orang juga tidak akan merespon keluh kesah yang ibu-ibu rasakan. Orang-orang di sosmed Cuma bisa melihat dan komentar saja. Tapi tidak mau menolong kita yang lagi kesusahan,” sambungnya lagi.

Supadmi menyarankan sebaiknya bersabar dan curhat kepada Allah. ”
Kita kan punya Allah. Allah lah tempat sebaik-baik curhat yang paling baik. Ya ibu-ibu jadi cukup Allah saja yang tahu akan kondisi yang ibu-ibu alami”.

Lihat Juga :  Bolehkah I’tikaf Sendirian di Rumah ?

Coba kita lihat orang-orang diluar sana masih banyak yang lebih susah dari kita. mereka tidak punya tempat tinggal, mencari makan juga susah, tidak punya penghasilan yang tetap. Seharusnya ibu-ibu semua lebih banyak bersabar dan bersyukur. Mungkin semua itu adalah ujian dari Allah untuk ibu-ibu supaya lebih banyak bersabar lagi dalam menghadapi kehidupan di dunia fana ini,” katanya.

Salah satu anggota majelis taklim Darsih merasa senang dengan kegiatan majelis taklim yang mendatangkan penceramah. “Semoga banyak.kebaikan kebaikan yang bisa kita ambil hikmahnya,” kata Darsih. (*)

Kiriman Tulisan : Yosi Adela

Back to top button