MOZAIK ISLAM

Cinta Telah Membawa Mereka Kedalam Islam

 Oleh: Bangun Lubis

Ada satu hal yang begitu mulia dalam hati seorang muslim. Mereka tidak diperbolehkan baik Allah maupun Rasul-nya untuk membenci manusia dipermukaan bumi ini. Kecuali, telah menjadi lawan yang sangat jahat.

Apakah mereka memiliki agama yang lain di luar Islam, mereka wajib dilindungi sepanjang mereka tidak menganggu. Apalagi kepada sesame muslim. Kalian diperrintahkan untuk saling menyayangi dan tidak membenci.

Firman Allah,” Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Qs 60:8)

Ayat Quran diatas sangatlah jelas memerintahkan kepada setiap umat Muslim agar berlaku baik pula adil biarpun terhadap seorang kafir. Dan ada pula sebuah hadis Rasulullah sebagai gandengan ayat diatas: “…dan pergaulilah manusia dengan ahlak yang baik.” (Hr Ahmad, Tirmidzi, Darimi).

Dalam hadis ini nabi Muhammad SAW tidak menyebutkan “pergaulilah umat Mukmin atau Muslim” namun “Manusia”, artinya semua golongan, agama dan ras wajib hukumnya di pergauli dengan ahlak yang baik sehingga mereka dapat merasakan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Lihat Juga :  Seberapa Penting Silaturrahim Menurut Islam?

*Karena Cinta*
Banyak kisah yang menceritakan, bagaimana para sahabat Rasulullah  masuk Islam yang sebelumnya adalah beragama Kristen atau Qurays. Mereka begitu giat akhirnya beragama.  Mereka menjadi sahabat yang membela agama Islam baik dalam dakwah maupun dalam perang.

Begitupun kisa sahabat Rasulullah yang merupakan pemuka kaum Quraisy yang terkadang sangat menyulitkan Rasulullah SAW dalam mengembangkan Islam. Mereka memberi perlawanan sengit terhadap dakwah dengan siksaan  kepada para sahabat pendamping Rasulullah.

Amr bin Ash adalah salah satu dari ketiga orang tersebut. Tapi Allah SWT memilihkan bagi mereka jalan untuk bertobat dan menerima rahmat, maka ditunjuki-Nya mereka jalan untuk menganut Islam.

Amr bin Ash pun beralih rupa menjadi seorang Muslim pejuang dan salah seorang panglima yang gagah berani. Amr bin Ash tidaklah termasuk angkatan pertama yang masuk Islam. Ia baru masuk Islam bersama Khalid bin Walid tidak lama sebelum dibebaskannya kota Makkah.

Lihat Juga :  Hafalan Surat, Lalu Setor Ayat, No Problem...

Anehnya,  keislamannya itu diawali dengan bimbingan Negus, Raja Habsyi. Sebabnya, Negus ini kenal dan menaruh rasa hormat terhadap Amr yang sering bolak-balik ke Habsyi dan mempersembahkan barang-barang berharga sebagai hadiah bagi raja.  Di waktu kunjungannya yang terakhir ke negeri itu, tersebutlah berita munculnya Rasul yang menyebarkan tauhid dan akhlak mulia di tanah Arab. Adakah karena cinta dan kasih sayang yang menaklukkan hatinya kepada Islam.

Dalam buku Risalah Rasulullah, yang ditulis Syalabi Ichsan dalam Rubrik Opini Republika (2016) disebutkan, Raja Habsyi itu menanyakan kepada Amr kenapa ia tak hendak beriman dan mengikutinya, padahal orang itu benar-benar utusan Allah? “Benarkah begitu?” tanya Amr kepada Negus.

Dikatakan, karena memang kebaikan dan cinta Rasulullah dan umat Islam kepoadanya.   Mereka dicintai oleh Sahabat dan Rasulullah SAW, sehingga merasa nyaman dalam Islam.(*)

Tags
Close