BERITA TERKINISYARIAT

Berhati-hatilah pada Segala Bentuk Ramalan, Baca Alquran Surat An Naml:65

AsSAJIDIN.COM — Ada banyak nama-nama orang di dunia  yang menyatakan mereka bisa meramalkan sesuatu, sampai-sampai orang berduyun-duyun datang untuk minta diramal.

Salah satunya Vanga, sosok bernama asli Vangelia Pandeva Dimitrova ini sering melontarkan sejumlah ramalan. Wanita yang kehilangan penglihatan sejak usia 12 tahun ini disebut memprediksi kejadian 9/11, Brexit, hingga kemunculan ISIS.

Meski sudah meninggal pada 1996 karena penyakit kanker payudara, Baba Vanga mempunyai ramalan bahwa 2019 nanti akan ada kejadian luar biasa.

Baba Vanga akan memprediksi akan ada gempa besar yang terjadi, serta tsunami yang menyapu sejumlah kawasan di Asia. Satu yang cukup menarik adalah Rusia disebutnya akan kejatuhan meteor tahun depan.

Lihat Juga :  Menyindir Diri Sendiri

Bagi seorang muslim, ramalan seperti ini tidak bisa dipercaya. Bahkan jika dipercaya, makan keimanannya dipertanyakan.

Siapa saja yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, maka ia termasuk dalam golongan kaahin (tukang ramal) atau orang yang berserikat di dalamnya. Karena ilmu ghaib hanya menjadi hak prerogatif Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat,

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (QS. An Naml: 65).

Ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia (Al Lajnah Ad Daimah) di masa silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz memberi nasihat bagi siapa saja yang menggantungkan diri pada berbagai ramalan bintang, hendaklah ia bertaubat dan banyak memohon ampun pada Allah (banyak beristighfar).

Lihat Juga :  Allah-lah Pencipta Langit dan Bumi, Alquran dan Teori Bing Bang

Hendaklah yang jadi sandaran hatinya dalam segala urusan adalah Allah semata, ditambah dengan melakukan sebab-sebab yang dibolehkan secara syar’i. Hendaklah ia tinggalkan ramalan-ramalan bintang yang termasuk perkara jahiliyah, jauhilah dan berhati-hatilah dengan bertanya pada tukang ramal atau membenarkan perkataan mereka. Lakukan hal ini dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dalam rangka menjaga agama dan akidah. (Dinukil dengan perubahan redaksi dari Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 2: 123). [*/SUMBER: MUSLIM.OR.ID]

Close