Berita TerkiniBERITA UTAMAKeluargaNasional

Terkait Kasus  Habib Bahar , Habib Mahdi Penuhi Pangggilan Polda Sumsel

AsSajidin.com Palembang.- Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel, Habib Mahdi Muhammad Syahab, Kemarin, Kamis (6/12) penuhi panggilan Polda Sumsel terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat pendiri Majelis Pembela Rasulullah Habib Bahar bin Smith terkait, lokasi dan peristiwa kejadiannya 2016 lalu di Palembang.

Dijumpai AsSajidin usai sholat Jumat (7/12) di kediamannya, Habib Mahdi mengatakan, bahwa dirinya telah melaksanakan kewajiban sebagai warga negara yang baik. Dan telah menyampaikan apa yang ia tahu terkait pertanyan yang diajukan pihak kepolisian. Namun untuk lebih detailnya, dirinya membantah bahwa dalam penyajian ceramah yang di sampaikan Habib Bahar ada kaitannya dengan unsur politik.

“ Kita kan semua tahu, video itu berlangsung sejak lama yakni tahun 2016 lalu. Tidak ada kaitanya dengan politik untuk menyerang apa lagi menghina seseorang. Yang ada itu hanya, nasehat. Ulama, Kiyai, Ustadz, Habaib kan memang tugasnya menyampaikan kebaikan. Jadi salah betul, orang yang menganggap ceramah tersebut sebagai ajakan untuk menghina ataupun membenci,” terangnya.

Lihat Juga :  Subhanallah!! Inilah Manfaat Tersembunyi dari Puasa Senin-Kamis

Lebih jauh Habib Mahdi mempertanyakan, kok ada ya orang ataupun sekelompok orang yang dengan tega-teganya mengadu domba anak bangsa ini. Memecah bela  antara ulama dan pemerintah.

“ Saya jadi yakin, jangan-jangan mereka-mereka inilah yang memiliki visi misi memecah belah keutuhan kita. Wong sudah jelas, Presiden Jokowi saja melalui Ali Mochtar Ngabalin staf ahli keprseidenan menyebut Jokowi telah memaafkan orang-orang yang selama ini dianggap menyelahnya. Lalu mengapa orang-orang ini muncul untuk mempersoalkan, padahal video tersebut sudah 2 tahun lalu. Dan mengapa baru sekarang diributkan,” Habib mempertanyakan.

Disinggung mengenai, apakah betul isi ceramah yang disampaikan Habib Bahar tersebut ada unsur  ajakan kebencian, dirinya mengatakan dengan tegas, tidak ada ulama ataupun habaib itu yang mengajak orang untuk kemaksiatan. Makanya mereka-mereka yang mengadukan ini perlu di selidiki arah dan tujuannya, jangan-jangan mereka sendiri tidak faham isi materi ceramah yang disampaikan.

Lihat Juga :  Pesan Terakhir Rasulullah Sebelum Meninggal Dunia Menghadap Khalik

“ kalau orang itu cerdas, pasti menyangkal isi ceramah Habib Bahar tersebut sebagai ujaran kebencian. Ulama, Habaib itu seperti orang tua. Ya kalua mereka marah bukan berarti benci melainkan sayang.Mungkin cara penyampaian beliau yang keras mencirikan diri sebagai orang timur. Dan seharusnya kita paham. Tidak ada orang tua itu, mengajarkan nilai-nilai yang buruk, menasehati mungkin. Itu lah yang bisa Saya simpulkan dari isi ceramah Habib Bahar. Beliau sebenarnya memberikan nasehat kepada Presiden,” tutupnya.

Penulis : Jemmy Saputera

Berita Terkait

Close