Berita TerkiniBERITA UTAMA

Terkait Kasus Habib Bahar, Ketua FPI Sumsel Katakan Bismillah

AsSajidin.com Palembang.- Ketua Front Pembela Islam (FPI)  Sumatera Selatan Habib Mahdi Muhammad Syahab dipanggil penyidik Polda Sumsel terkait kasus dugaan  ujaran kebencian yang tengah menjerat pendiri Majelis Pembela Rasulullah Habib Bahar bin Smith terkait, lokasi dan peristiwa kejadiannya 2016 lalu di Palembang.

Ketua FPI Sumsel Habib Mahdi Muhammad Syahab

Dikutip dari CNN Indonesia, Habib Mahdi mengatakan dirinya mendapatkan surat panggilan dari Polda Sumsel pada Senin (3/12) lalu. Namun ia mengaku tidak menerima surat panggilan tersebut secara langsung karena sedang tidak berada di rumah.  Dan isi daripada suratnya meminta kesediaan dirinya untuk memberikan keterangan di Polda Sumsel Rabu (5/12) kemarin.

Ia menambahkan, jika dirinya berhalangan hadir untuk memenuhi panggilan pihak kepolisian Polda Sumsel dan menyatakan siap jika dimintai keterangan perihal persoalan ini dan meminta untuk dilakukan penjadwalan ulang.

”  Saya siap untuk memberikan keterangan kepada pihak kepolisian sejauh yang saya ketahui. Namun untuk kapan detilnya peristiwa itu Saya lupa persisnya, sebab sudah cukup lama. Dan mengenai isi dari ceramahnya, Saya sendiri sudah lupa. Sebab telah banyak kami mengundang penceramah-penceramah dalam mengisi kegiatan di Palembang ini, ” bebernya.

Ketika AsSajidin mengkonfrimasinya secara langsung, Habib Mahdi tidak banyak menyampaikan apa pun, hanya yang tersirat dari balasan whatsapp singkatnya menyampaikan satu kalimat Bismillah, yang itu  artinya, secara tidak langsung Habib Mahdi lebih menyerahkan semuanya kepada ketentuan Allah SWT.

Lihat Juga :  Makna Sepotong Kayu

Mengacu pada Kalimat Bismillah diawali dengan huruf ‘ba’ merupakan permulaan huruf yang diucapkan ketika berada di alam arwah. Yaitu ketika para arwah ditanya, “Apakah aku (Allah) adalah Tuhanmu?” kemudian mereka menjawab “Balaa” yang artinya betul. Dalam bahasa arab, kalimat balaa ( بَلَى ) diawali dengan huruf ba.

Mengapa bukan huruf alif saja yang merupakan huruf yang mengawali kalimat Allah? Ini merupakan sebuah peringatan bagi ummat manusia, bahwa jika huruf ‘ba’ dengan harakat kasroh memiliki makna ketidak berdayaan manusia dalam menghadapi cobaan Allah SWT. Maka dari itu sebelum memulai berbagai pekerjaan diawali dengan membaca bismillah yang merupakan tanda ketidak berdayaan manusia tanpa kekuatan dari sang Maha Pencipta.

Sementara itu, Laskar Pembela Islam (LPI) dan Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi di depan gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/12). Mereka datang untuk mengawal pemeriksaan  Habib Bahar Smith  atas dugaan kasus ceramah ‘Jokowi kayaknya banci’ yang dijadwalkan hari ini.

Untuk di ketahui, Habib Bahar bin Smith akhirnya memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa terkait ceramahnya. Ia datang dengan mengenakan pakaian putih lengkap dengan kacamata hitam, di dampingi Novel Bamukmin dan ditemani kuasa hukumnya,  Ia  tiba di Bareskrim Polri tepat pukul 11.20 wib siang.

Lihat Juga :  Sejak Kecil Rasulullah Terjaga dari Dosa

Habib Bahar bin Smith belum lama ini  telah menegaskan bahwa dirinya, tidak akan pernah meminta maaf atas apa yang Ia sampaikan dalam isi ceramahnya. Bahkan Ia berkeyakinan apa yang Ia sampaikan adalah fakta yang benar, dan Ia saat ini tengah berjuang melawan ketidakadilan tersebut.

“ Saya lebih rela mati membusuk di dalam penjara, daripada meminta maaf atas apa yang saya sampaikan. Ini bukan sikap melawan aturan dan sebagainya, akan tetapi lebih kepada panggilan hati. Jika dipanggil saya akan datang, saya siap kooperatif, ” ujarnya belum lama ini usai menghadiri Reuni akbar 212 di Monas Jakarta.

Laporan terhadap  Habib Bahar sendiri muncul akibat pernyataannya dalam sebuah video di media sosial. Dia dilaporkan Jokowi Mania ke bareskrim. Laporan itu diterima dengan nomor : LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tanggal 28 November 2018 lalu. Dalam video  yang berdurasi lebih dari 30 menit itu, Habib Bahar menyebut Presiden Joko Widodo sebagai pengkhianat negara dan rakyat. Dia juga menyebut Jokowi sebagai seorang banci.

“ Kalimat itu, munculkan ada penyebabnya, ada pembukanya, Jadi jangan menyimpulkan dan memotong-motong isi ceramah itu,” tegas Habib Bahar.

Penulis : Jemmy Saputera

Berita Terkait

Close