Berita TerkiniNasional

Kenangan tak Terlupakan Peserta Reuni 212, ini Lima Perbedaan Aksi 212 Dua Tahun Lalu dengan Sekarang

JAKARTA, AsSAJIDIN.COM — Massa dari berbagai daerah mengikuti Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat. Bahkan, masyarakat yang baru datang pagi hingga siang pun menumpuk di sekitar Jalan Medan Merdeka dan tidak bisa masuk ke dalam Monas.

Salah satu peserta Reuni, Fajar Ilham, menilai massa yang hadir dalam Reuni Akbar 212 kali ini lebih banyak dibandingkan aksi pada 2016 silam. Fajar yang juga ikut dalam aksi massa 212 dua tahun lalu mengaku merasakan betul membludaknya peserta Reuni 212 kali ini.

“Ini lebih banyak daripada 212 pada 2016, luar biasa, dari Jati Baru, Tanah Abang, samping BI sampai Sudirman saya dua tahun lalu mobil bisa taruh di BSM Sudirman, sekarang stuck di parkir depan hotel millenial,” kata Fajar dilansir dari Republika.co.id, Ahad (2/12).

Fajar yang datang sejak pagi pun tidak bisa memasuki Monas dan hanya berada di sekitar Monas. Kendaraannya pun jauh ia parkir jauh dari Monas. “Sudah nggak bisa masuk,” ujar dia.

Ia menuturkan, banyak peserta Reuni 212 kali ini yang bukan peserta pada aksi 212 dua tahun silam. Terlebih, pelaksanaan reuni 212 kali ini digelar pada hari libur sehingga banyak yang ikut hadir.

“Tetangga saya yang dua tahun lalu nggak ikut, tadi ikut, mungkin libur juga jadi tumpah ruah semuanya,” ujarnya.

Selain itu, pria yang merupakan Tenaga Ahli DPR itu menilai banyaknya massa yanf datang dalam Reuni 212 tersebut bentuk kecintaan kepada Allah SWT. “Cinta Illahi Allahu Rabbi yang menyatukan kami, 212,” ungkapnya.

Berikut beberapa perbedaan Aksi Bela Islam dan Reuni Akbar 212 2016 dan 2018 yang baru digelar kemarin:

1. Zaman 2016 dihadiri Joko Widodo, kemarin dihadiri Prabowo Subianto

Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla menghadiri aksi bela Islam 2 Desember 2016 atau 212.

Tetapi, para Reuni Akbar 212 yang digelar 2 Desember 2018, Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla serta Kapolri dan jajaran cabinet Jokowi tidak hadir.

Jokowi memilih bersepedaan di Bogor dan Jusuf Kalla menghadiri acara di Argentina.

Seperti diberitakan Setkab.go.id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Barat, Minggu (2/12), dengan bersepeda santai.

Kepala Negara bersepeda menuju Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, untuk meninjau program ‘BUMN Hadir Untuk Negeri: Sambung Listrik Gratis Bagi Keluarga Tidak Mampu’.

Sekira pukul 07.45 WIB, Presiden berangkat dari Istana Kepresidenan Bogor dengan mengayuh sepedanya yang berwarna kuning. Dengan berjaket hitam dan berhelm hijau, Presiden menuju Kebun Raya Bogor.

Lihat Juga :  Masya Allah, Inilah Dahsyatnya Makna Surat Dhuha

Di Kebun Raya Bogor Kepala Negara sudah ditunggu, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo, Direktur Utama BTN Maryono, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Mereka juga telah siap dengan sepeda tandemnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden bersama-sama dengan rombongan kemudian mengayuh kembali sepedanya. Tak hanya itu, ratusan milenial BUMN kemudian ikut bergabung untuk bersepeda bersama Presiden.

Keluar dari Kebun Raya Bogor, Presiden menyusuri Jalan Raya Pajajaran Bogor. Di sepanjang perjalanan, Kepala Negara menyapa warga yang tengah berolahraga pagi dan beraktivitas di area car free day (CFD).

“Selamat pagi, selamat hari Minggu,” sapa Presiden kepada warga yang dilewatinya.

Para warga tampak antusias menyapa Presiden. Tak sedikit juga warga yang mengabadikan momen Presiden bersepeda ini dengan telepon genggamnya masing-masing.

Setelah bersepeda sejauh kurang lebih 3 kilometer, sekira pukul 08.00 WIB, Presiden pun tiba di Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor.

Sementara itu, Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang pada tahun 2016 tidak hadir di aksi Bela Islam III, kemarin justru datang dan bergabung bersama umat pada Reuni Akbar 212.

Prabowo Subianto datang antara lain ditemani oleh mantan Ketua MPR Amien Rais.

Prabowo Subianto tiba di lokasi acara Reuni Akbar 212 pukul 07.35 WIB.

Kehadiran dielu-elukan oleh massa aksi. Mereka memanggil-manggil nama Prabowo sambil mencoba mendekatinya untuk berfoto. Kehadiran Prabowo dijaga ketat oleh pihak keamanan dari panitia.

Ia hadir bersama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Sebelumnya Anies Baswedan juga sudah menghadiri acara terlebih dahulu.

Saat tiba di panggung utama, lagu kebangsaan Indonesia Raya langsung berkumandang.

Acara Reuni Akbar 212 berlangsung dari pukul 03.00 – 12.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh salah satunya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

2. Pada aksi Bela Islam 2 Desember 2016 atau era Gubernur Ahok yang bertepatan dengan hari Jumat, Jakarta diguyur hujan.

Meski diguyur hujan, peserta Aksi Bela Islam tetap bertahan dan mengikuti salat Jumat dengan khatib Habib Rizieq Shihab.

Salat Jumat tidak hanya digelar di kawasan Monas, tetapi juga di sepanjang Jalan MH Thamrin dan Jenderal Sudirman, Jalan Budi Kemuliaan, dan sejumlah kawasan lain.

Hujan gerimis mengguyur wilayah Jakarta Pusat, saat jutaan muslim menunaikan ibadah salat Jumat di lapangan Monas dan sekitarnya siang tadi, Jumat (2/12/2016).

Namun tak satu pun peserta salat Jumat yang bergeser dari tempatnya untuk menghindari hujan.

Tetapi, pada Reuni Akbar 2012 tahun 2018 kemarin atau era Gubernur Anies, Jakarta terang benderang.

Lihat Juga :  Begini Adab Menerima dan Memberi Hadiah, Rasulullah pun Mengajarkan

Sejak pagi, matahari sudah memancarkan sinarnya menemani aksi Reuni Akbar 212.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca di Jabodetabek pada 2 Desember 2012 sebenarnya berpotensi turun hujan.

Tetapi, hujan pada 2/12/2018 tidak turun di sekitar kawasan Monas atau tempat-tempat peserta Reuni Akbar 212.

3. Zaman 2016 diikuti penangkapan aktivis, reuni kemarin tidak ada penangkapan

Pada aksi Bela Islam 2 Desember 2016, polisi menangkap sedikitnya 8 orang aktivis.

Penangkapan dilakukan antara lain di sebuah hotel berbintang di Jalan MH Thamrin dan beberapa tempat lain.

Para aktivis pro demokrasi itu dituduh akan melakukan makar terhadap pemerintahan yang sah.

Tetapi, pada Reuni Akbar 212 kali ini, tidak ada atau paling tidak belum ada aktivis yang ditangkap.

Sejauh ini, polisi pun mengapresiasi Reuni Akbar 212 yang berjalan damai meski dihadiri umat dalam jumlah yang sangat banyak.

4. Zaman 2016 dipimpin Rizieq Shihab, kemarin Rizieq Shihab di Arab Saudi

Pada Aksi Bela Islam 2 Desember 2016 atau era Gubernur Ahok, Rizieq Shihab tampil memimpin umat.

Rizieq Shihab juga memberikan khutbah Jumat.

Bahkan setelah Aksi Bela Islam selesai di Monas, Rizieq Shihab mengendarai mobil terbuka berkeliling menemui umat hingga ke kawasan Bundaran HI.

Rizieq Shihab juga aktif membakar semangat peserta aksi untuk menuntut Gubernur Ahok yang dianggap telah menistakan agama Islam dan Al Quran.

Tetapi, pada Reuni Akbar 2012 pada 2 Desember 2018 atau era Gubernur Anies Baswedan, Rizieq Shihab tidak bisa memimpin secara langsung.

Rizieq Shihab juga tidak bisa hadir karena ‘dalam pengungsian’ di Arab Saudi.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka sejumlah kasus, Rizieq Shihab memilih tinggal di Arab Saudi.

5. Zaman 2016 aksi umat digelar di daerah, pada reuni kemarin hanya digelar di Jakarta saja

Unjuk rasa atau aksi Bela Islam 212 yang mendesak penangkapan Gubernur DKI Ahok juga dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.

Beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan di sejumlah kota di Kalimantan serta Sulawesi menggelar Aksi Bela Islam 212.

Aksi Bela Islam 212 saat itu juga bercampur dengan aksi buruh.

Tetapi, pada era Gubernur Anies, Aksi Bela Islam atau Reuni Akbar 212 hanya digelar di Jakarta, tepatnya di kawasan Monas dan jalan protokol di Jakarta.

Meskipun hanya digelar di Jakarta, peserta Reuni Akbar 212 juga berdatangan dari sejumlah daerah, seperti dari Sumatera Barat, Aceh, Riau, Kepri, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sejumlah daerah lain.(*/sumber:republika/tribunnews)

Berita Terkait

Close