MOZAIK ISLAM

Hendra Tergugah Suara Adzan Lalu Putuskan Mualaf

 

PALEMBANG, AsSAJIDIN.COM – Bertepatan dengan peringatan maulid nabi, Masjid Cheng Ho menggelar prosesi pengislaman dua orang warga, Selasa (20/11/2018).

Satu diantaranya Hendra. Ia sah menjadi seorang mualaf yang langsung dibimbing oleh ketua persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel H Ahmad Affandi di masjid Cheng Ho Sriwijaya Palembang, Selasa (20/11)
Hendra mengungkapkan sudah cukup lama mengenal agama islam, dan membulatkan keputusannya untuk meninggalkan keyakinan lamanya karena dorongan dari orang-orang terdekat.
“Iya jadi kalau sedang istirahat kerja, suka ada suara adzan, enak gitu dengarnya kayak ngasih tahu oh sudah siang, dan waktu lainnya,” ujarnya.

“Kan lingkungan saya juga kebanyakan islam, dan dorongan paling kuat adalah calon mertua saya, yang menginginkan saya cepat mengambil keputusan,” tambahnya.
Hendra menceritakan bagaimana tanggapan keluarganya saat memutuskan untuk memeluk agama islam. “Saya izin sama keluarga, orangtua, dan mereka memberi kebebasan,” jelasnya.

Lihat Juga :  Senyum Bahagia Sudarlina Penerima Bingkisan Lebaran Keluarga dari Rumah Zakat

Selain itu ia mengatakan memang dari beberapa keluarganya sudah banyak yang masuk agama Islam. “Bukan hanya saya, kakak, sepupu dan beberapa itu juga mendorong dan berbagi pengalaman bagaimana untuk keputusan saya masuk Islam ini,” katanya.
Di tempat yang sama ustadz H Ahmad Affandi mengatakan tidak sengaja memilih hari membimbing untuk menjadikan dua warga keturunan tersebut untuk menjadi mualaf.

“Kalau ada niat, kita harus segerakan ini semua kebetulan, jadi satu minggu yang lalu dia datang, dan saya tanyai siap tidak untuk hari ini, dan mereka menjawab siap jadi kita laksanakan,” katanya.
Tak cukup disini saja ia juga menambahkan akan memberikan pelajaran-pelajaran islam yang harus diikuti supaya lebih paham, dan bisa menerapkannya.

Lihat Juga :  Shalat Lima Waktu, Tarawih hingga Tadarus Alquran di Masjid Agung Begini Pengaturannya

“Untuk keduanya akan kita bimbing, pengajian di rumah saya setiap malam sabtu, di Masjid Agung dan di tempat-tempat yang sudah kita sepakati, dan mereka harus mau belajar,” tambahnya.
“Dan untuk pemberian nama sudah kita pilihkan yang pria Abdullah dan yang perempuan Nasmi Maulida,” katanya.(*/tribunsumsel.com)

Back to top button