BERITA TERKINIBERITA UTAMAPENDIDIKAN

SPPA Terapkan Anak Terkena Kasus Pidana tak Mesti Dipenjara

 

PALEMBANG, AsSAJIDIN.COM — LPKA Palembang terapkan pidana alternatif bagi penghuni lapas anak kelas I. Sistem pidana anak harus dibedakan dengan tanpa menghilangkan hak anak yang harus mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak lainnya.

Karena itu Kejaksaan Tinggi  Sumsel bersinergi Pemerintah kota Palembang untuk menerapkan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) untuk menuju Palembang sebagai kota anak-anak.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Ali Mukartono, menjelaskan tujuan dibentuknya peradilan anak dengan cara dibina dan rehabilitasi adalah menyelamatkan anak bangsa.

“Anak-anak antara usia 12-17 tahun yang melakukan tindak pidana pasti ada faktor lain, pada dasarnya mereka tak punya sifat jahat. Ini sudah diamanatkan dalam Undang-Undang SPPA tapi karena infrastrukturnya masih minim, kita mulai dari Palembang yang notabenenya pembinaan lapas anak terbaik se-Indonesia dan peringkat 6 penanganan pidana anak se-Indonesia,” kata Ali saat dijumpai awak media, pada peluncuran implementasi Sistem peradilan pidana anak di Whyndam Hotel, Senin (19/11/2018).

Lihat Juga :  Tak Disangka 6 Destinasi Wisata ini Ramah Muslim, Sayang untuk Dilewatkan

Ia mengatakan bukan jamannya lagi hukuman harus dipenjara, stigma di masyarakat menjadi tantangan dimana tindak kejahatan harus diterima setimpal.

“Ini untuk mendobrak sistem yang dianut KUHAP yang terkesan kaku. Dengan tim terpadu ini kita bisa melihat bagaimana proses hukum ditingkat pendidikan seperti apa,” katanya.

Walikota Palembang Haronjoyo mendukung penuh terobosan baru dari tim terpadu pembinaan keterampilan anak yang diusung Kejaksaan Tinggi dan LPKA kelas I Palembang.

“Kita tau anak-anak merupakan harapan bangsa, tentu tindak pidana juga harus dibedakan karena anak belum bisa berpikir secara logis. Tentu disaat mereka didalam tahanan mereka tak merasa sedang berhadapan dengan hukum, justru saat anak disatukan dengan napi lainnya malah saat keluar dari sel, si anak justru menjadi lebih ‘pandai’,”katanya.

Lihat Juga :  Alhamdulillah, Kini Pebasket Profesional Muslimah Bebas Pakai Hijab

Ia menambahkan, Dengan langkah-langkah seperti ini kita benar-benar menyelamatkan anak bangsa dengan diperlakukan secara adil.(*)

Penulis:  Tri Jumartini Ilyas

Close