BERITA TERKINIMOZAIK ISLAM

Tata Cara Bersuci Bagi Orang yang Sakit

ASSAJIDIN.COM — Orang yang sakit tetap wajib melaksanakan solat. Ketika hendak melaksanakan solat maka wajib untuk bersuci dari hadas kecil dengan berwudhu dan dari hadas besar dengan mandi janabat.

Jika tidak mampu bersuci dengan air karena kondisi lemah atau khuatir sakitnya bertambah parah atau memperlambat kesembuhannya maka bersuci dengan bertayamum.

Tata cara tayamum adalah dengan menepukkan kedua tangan ke tanah yang suci satu kali kemudian mengusapkan keduanya ke seluruh wajah dan kedua telapak tangan termasuk bahagian belakang telapak tangan.

Jika tidak mampu bersuci sendiri maka dibantu oleh orang lain baik berwudhu ataupun bertayamum. Caranya dengan seseorang memukulkan kedua tangannya ke tanah lalu mengusapkannya ke wajah dan dua telapak tangan orang sakit. Begitu pula bila tidak mampu berwudhu sendiri, maka diwudhukan orang lain.

Jika pada sebahagian anggota badan yang hendak disucikan terdapat luka, maka tetap dibasuh dengan air. Akan tetapi jika dibasuh dengan air akan menimbulkan dampak negatif maka cukup diusap, iaitu dengan cara membasahi tangan dengan air lalu diusapkan di atas luka tersebut. Namun jika ternyata mengusap pun akan menimbulkan dampak negatif, maka cukup baginya untuk bertayamum.

Lihat Juga :  Membangun Semangat dalam Menghafal Alquran

Jika pada sebahagian anggota badan yang hendak disucikan mengalami patah yang dibalut atau disimen, maka cukup baginya untuk mengusap sebagai pengganti dari membasuh dan tidak perlu bertayamum.

Ketika hendak bertayamum, diperbolehkan untuk menepukkan kedua tangan ke tembok atau segala sesuatu yang suci dan berdebu. Jika tembok tersebut berlapis sesuatu yang bukan dari bahan tanah, maka tidak boleh bertayamum dengannya kecuali jika memang didapati debu padanya.

Jika tidak memungkinkan untuk bertayamum dengan tanah, tembok atau lainnya yang berdebu, maka tidak mengapa untuk mengambil tanah dan meletakkannya di bejana lalu bertayamum dengannya.

Jika dia bertayamum untuk suatu solat dan masih dalam keadaan suci saat tiba waktu solat berikutnya maka tidak mengapa baginya untuk solat dengan tayamum solat sebelumnya. Hal ini kerana dia masih dalam keadaan suci dan belum batal. Demikian pula jika dia bertayamum untuk menghilangkan janabah (junub) maka tidak perlu mengulang tayamum kecuali jika berhadas, baik hadas kecil atau hadas besar..

Wajib bagi orang yang sakit untuk menyucikan badannya dari najis. Jika tidak mampu, maka tetap dia solat sebagaimana keadaannya dan solatnya sah tanpa perlu diulang.

Lihat Juga :  Menanti Kelahiran Putra Hingga Usia 90 Tahun Nabi Zakaria Tetap Sabar

Wajib bagi orang yang sakit untuk menunaikan solat dengan menggunakan pakaian yang suci. Jika pakaiannya terkena najis, maka wajib disucikan atau diganti dengan pakaian lain yang suci. Jika semua itu tidak memungkinkan, maka dia tetap solat dalam apapun keadaannya dan solatnya sah tanpa perlu diulang.

Wajib bagi orang yang sakit untuk mengerjakan solat di tempat yang suci. Jika tempat tersebut terkena najis, maka wajib dibersihkan atau diganti (pindah) atau dibentangkan padanya alas yang suci. Jika semua itu tidak memungkinkan, maka dia tetap solat sebagaimana keadaannya dan solatnya sah tanpa perlu diulang.

Tidak boleh bagi orang yang sakit untuk mengakhirkan solat dari waktunya kerana kondisi lemah/sulit untuk bersuci. Tetap wajib baginya untuk bersuci sesuai kemampuannya lalu solat tepat waktu meskipun pada tubuhnya atau pakaiannya atau tempat solatnya terdapat najis yang tidak memungkinkan untuk dihilangkan.

Allah سبحانه و تعالى berfirman,

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Maka bertakwalah kalian kepada Allah sesuai kemampuan kalian.
(QS. At-Taghabun : 16).(*)

 

Berita Terkait

Close