HeadlineOPINIUtama

Tunduk Patuh pada Allah Salah Satu Tandanya Berbuat Baiklah kepada Orangtua

AsSAJIDIN.COM — Pernahkah kita ucapkan terima kasih kepada ayah dan ibu tercinta? Mengapa? Untuk apa? Dulu sewaktu kecil atau saat beranjak dewasa atau mungkin belum pernah sama sekali mengucapkannya.

Kawan. Sosok ayah mungkin teralu keras, cuek, dan tidak sehangat seperti ibu. Tetapi dari semua ungkapan itu sosok ayahlah yang paling mengerti. Mengapa? Karena dia yang akan diam-diam membela kamu untuk memenuhi keinginanmu. Ingatkah kita meminta sesuatu kepada ibu dengan merengek? Saat itu ibu hanya bilang iya, tapi tidak sekarang ya. Setelah itu kamu kembali merengek. Lalu diam-diam ayah mengetahuinya dan dia mulai bekerja keras pulang hingga larut malam. Dia berbisik kepada ibu ini untuk anak kita.

Kian hari kita melihatnya semakin renta dengan uban yang memenuhi kepalanya. tenaga perkasanya semakin melemah, hanya tersisa keriput yang menandai bahwa ia semakin renta. Lalu kita membiarkannya untuk terus bekerja keras dan menikmati hasilnya. Dia tidak pernah menuntut balasan atas apa usaha yang dia lakukan untuk kita.

Berbeda dengan ayah, sosok ibu yang hangat memberikan pengertian dan kenyamanan. Dia selalu memberikan masukan dan motivasi, khawatir terhadap keadaan kita dan mendengarkan segala keluh kesah kita.

Lihat Juga  Astaghfirullah! Di tengah Dunia Menolak, Buku IPS ini Sudah Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Di usianya yang semakin senja, sifat ibu tidak berubah untuk lebih mementingkan anaknya ketimbang dirinya sendiri yang semakin renta. Disetiap malam dia berdo’a agar anaknya bisa mewujudkan mimpi-mimpi besarnya yang dia selalu utarakan.

Pernahkah kita berkata dan berlaku kasar kepadanya? Berteriak, memaki, bahkan mengancamnya. Memang mereka tidak menunjukkan sikap kekecewanya, mereka menyembunyikannya dengan sangat rapat. Tetapi kawan, sadarlah bahwa kita melukai perasaannya.

Kawan, memang di dalam Islam derajat ibu lebih mulia sebanyak 3 kali dibanding ayah seperti yang disebutkan dalam hadis:

Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’. Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Tetapi sosok ayah pun mempunyai peran penting bagi kita. Seringkali kita tidak menyadari peran penting seorang ayah, ya sosok ayahlah sebagai alasan atau perantara kita terlahir dan menikmati dunia ini, dan ayahlah yang melindungi keluarganya dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga.

Lihat Juga  Anak Bertanya Kenapa Harus Shalat 5 Waktu dalam Sehari? Begini Cara Menjawabnya Secara Sederhana

Kawan, masih ingatkah saat kita berlatih sepeda? Siapakah yang mengajari kita dengan penuh semangat? Siapa yang menolong kita saat terjatuh menaiki sepeda? Siapa pula yang mengajari kita untuk terus berusaha menaiki sepeda kembali? Ya jawabannya itu semua adalah Ayah.

Yuk. simak bagaimana keutamaan-keutamaan ayah dan ibu di dalam Al-Qur’an:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al Isra’: 23)

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (QS. An Nisa’: 36)

“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.” (QS. Al An’am: 151). (*/sumber: islampos.com/artikel oleh Rita Puspasari Mahasiswi di Universitas Sarjanawiyata Tamansis wa Yogyakarta)

Berita Terkait

Close