BERITA TERKINIMOZAIK ISLAM

Fenomena Caci Maki di Medsos dan Masuk CPNS Menyuap? ini Jawaban Ustad Somad

AsSAJIDIN.COM — Ceramah atau tabligh akbar Ustad Abdul Somad (UAS) selalu dipenuhi umat islam dimanapun UAS berkesempatan berceramah. Salah satunya saat digelar tabligh akbar di Lapangan Jamilega, Desa Tanjung Kerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, belum lama ini. Jumat (5/10).

Dalam kesempatan itu, ia tak banyak memaparkan materi. Ia hanya fokus menjawab pertanyaan dari jamaah yang telah disampaikan kepada UAS melalui secarik kertas.

Dari sejumlah pertanyaan jamaah, terdapat jamaah yang menanyakan penyebab mengapa UAS jarang merespons kolom komentar di media sosial (medsos). Padahal, dalam kolom komentar tak sedikit yang menyampaikan caci maki kepada UAS.

“Saya tidak akan membalas cacian. Karena caci maki harus dimaafkan. Kita harus menyayangi orang yang membenci kita,” ujarnya.

Lihat Juga :  Ditunjuk Utusan Khusus Presiden, ini Kata Din Syamsudin

Pada sesi berikutnya, ia menjawab pertanyaan terkait sikapnya terhadap adanya tindakan suap-menyuap dalam seleksi pegawai negeri sipil (PNS). Menjawab pertanyaan itu, ia pun secara tegas melaknat setiap oknum yang terlibat dalam suap.

“Jika ternyata ada PNS yang berhasil lolos seleksi, maka otomatis gaji yang ia terima merupakan gaji yang sifatnya haram,” kata dia.

UAS pun menghimbau agar masyarakat tak terjerumus dalam lingkaran suap-menyuap. Ia menekankan sumber rezeki halal itu tak terbatas. UAS berpesan agar masyarakat jangan menutup pintu rezeki yang halal dengan melakukan perbuatan haram.

Di satu sisi, ia juga menyampaikan PNS tidak selamanya menjanjikan kebahagiaan. UAS mengaku memiliki teman yang memutuskan berhenti menjadi PNS dan memilih mendirikan usaha.

Lihat Juga :  Berhati-hatilah dalam Menyampaikan Ayat Allah, agar tak "Keseleo" Seperti Ustadzah ini yang Tayang di Metro TV

“Kini, teman saya itu dapat hidup dengan jauh lebih sejahtera,” ucapnya.(*/sumber: republika.co.id)

Close