HeadlineHumanioraKeluargaSyariatTOPIK UTAMA

Karim, Bayi Berusia 2 Bulan Menanti Uluran Tangan

Ketika Yanti Menjaga Titipan Illahi

AsSajidin.com Palembang.- Hujan begitu derasnya, ketika tim AsSajidin Group menyambangi Panti Asuhan ‘ Cahaya Ummi ‘ yang terletak di Jalan Pipa Reja Lorong Teratai 2 Nomor 79a Palembang Rabu (7/11) guna menjalankan amanah umat yang tergabung dalam Rumah Amal AsSajidin.

Tampak, puluhan anak –anak yatim dan piatu itu dengan ramah tamahnya menunggu setiap tamu yang datang. Sesekali, mereka bergurau dengan sesamanya diringi rintik hujan. Sementara diujung sudut rumah, terlihat seorang anak berusia 4 tahun sedang mengasuh saudara kecilnya yang baru berusia 2 bulan. Mereka sangat menikmati hidupnya, seolah tak terbebani kerasnya hidup yang menanti.

Nirwana, Yayasan Panti Asuhan Cahaya Ummi yang diwakilkan oleh Yanti salah seorang pengurus mengatakan bahwa, Panti Asuhan yang dibinannya bersama teman-teman merupakan pintu surga ibadah yang di berikan Allah SWT untuk dirinya, mengapa ? Karena disinilah, ia dapat belajar menghargai manusia sebagai titipan Illahi.

“ Sejak didirikan 2011 lalu, Panti Asuhan Cahaya Ummi hidup hanya dari bantuan para donatur, itu pun terkadang dirasakan masih sangat minim. Sementara bantuan dari Pemerintah, hanya 1 kali setiap tahun itupun terkadang tidak dapat. Alhamdulillah, meski begitu ada-ada saja orang yang memberi kami santunan,” ujarnya.

Lihat Juga  Alhamdulillah, SDIT Alfurqon Dominasi Pemenang Lomba Guru Berprestasi

Diakui Yanti, saat ini setidaknya ada 27 anak yatim dan piatu terdiri dari 14 laki-laki dan 13 perempuan. Mereka tinggal dan besar disini sejak 7 tahun lalu, sejak saat itu tidak lagi ada kabar dari keluarga, kerabat maupun orang tua mereka yang dulu menitipkannya kemari.

“  Ini yang terkadang membuat kami sangat sedih sekali. Ditolak, tidak mungkin karena mereka manusia. Diterima, kami sangat pilu. Ya, kan usianya baru 12 hari waktu dibawah kesini. Itu pun orang yang mengaku nenek dari anak malang yang kami beri nama Rico itu sudah sangat tua. Sejak saat itu, ia pun tidak lagi muncul dan memberi kabar,” ucapnya sembari menunjuk seorang anak yang memiliki sedikit keterbelakangan mental.

Panti Asuhan Cahaya Ummi Palembang

Menurut Yanti, peristiwa tujuh tahun lalu itu seperti berulang. Tepatnya satu bulan lalu ketika dirinya menerima seorang bayi laki-laki dan diberi nama Karim. Yanti pun menjelaskan bahwa, hatinya tidaklah mungkin dapat menolaknya. Dan saat itu, wanita muda bernama widia yang membawa Karim kesini mengaku sebagai kerabat dari orang tuanya.

Lihat Juga  Presiden Chechnya: Jika Myanmar Dekat, akan Kuhancurkan Orang-Orang yang Membantai Muslim Rohingya

“ Sempat kami tanya latarbelakang orang tua dari  Karim ini, Widia cuma bilang, ibu Karim adalah seorang TKI, ia menitipkan bayinya lantaran tuntutan pekerjaan. Namun setelah itu, sampai hari ini tidak ada kabar lagi. Karim ini kan seharusya masih minum asih, sebagai orang tua pastilah ia terpikirkan. Entah, apa yang ada di hati ibunya. Semoga Allah tetap menjaga dan melindungi Karim kecil ini hingga tumbuh dewasa. Semoga saja, kami tetap bisa merawatnya diatas keterbatasan. ” ungkap Yanti.

Melalui AsSajidin Group Yanti berharap agar suara rintihannya dapat terdengar oleh para dermawan. Mengingat saat ini, selain Karim bayi berusia 2 bulan, di panti asuhan binaanya masih ada 1 anak laki-laki berusia 1,2 tahun yang juga berharap uluran tangan para deramawan.

“ Susu dan perlengkapan pakaian mereka adalah ujian terberat kami. Karena dari 2 orang anak ini saja, keperluanya hampir setara dengan anak-anak lainnya,” tutupnya.

Penulis : Jemmy Saputera

 

Berita Terkait

Close