NASIONAL

Menteri Agama Sebut Masa Depan Indonesia Salah Satunya Ditentukan oleh Peran Penyuluh Agama

AsSAJIDIN.COM —  Ada pesan khusus disampaikan Menteri Agama H Lukman Hakim Saefudin, saat  menghadiri Sapa  Penyuluh Agama, tokoh lintas Rabu (31/10/2018).

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan KUA tidak hanya sebagai tempat mengurusi hal ihwal keagamaan Namun, kita tingkatkan fungsinya dalam dua hal.

“tidak hanya mengurusi pernikahan, tetapi bisa menjadi tempat bimbingan perkawinan Pendidikan pra nikah dan sebagai tempat manasik haji yang lebih berkualitas sehingga kemabruran nya itu berdampak sosial secara nyata dan signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan kita, “Katanya.

Ia juga menambahkan, manusia tanpa sadar terkadang atau seringkali diantaranya menggunakan atas nama agama tapi hakekatnya melakukan hal-hal yang bertolak belakang dengan esensi dari ajaran agama itu.
oleh sebab itu, Ia berharap yang sangat  kepada penyuluh agama agar bersifat damai dan jangan ada rasa benci terhadap agama lain.

Lihat Juga :  Hasil Screening, 567 Orang Ditolak untuk Divaksin Covid-19

“Sekali lagi kepada penyuluh agama saya sangat berharap karena nasib Indonesia yang sangat religius ada di tangan kita, karenanya kita harus melakukan ibadah dengan penuh damai, dan rasa cinta” Katanya.

Dalam kata sambutannya, Ia berpesan kepada penyuluh agama agar senantiasa pasanglah rasa cinta kepada sesama umat manusia, kelemahlembutan, serta kesantunan tanpa paksaan apapun, karenanya rasa cinta mengalahkan segala kendala, segala hal-hal yang menyulitkan.

” karena dengan rasa cinta, kita akan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menghadapi persoalan persoalan yang ada di depan mata kita,” pesannya.

Lihat Juga :  Masjid Agung Palembang Persingkat Salat Tarawih, tapi Tetap Jalankan Tradisi Khatam 1 Juz Setiap Hari

Saat diwawancara AssajidinGroup, Ia mengatakan profesi penyuluhan agama sangat penting di Era Sekarang yang sangat keras, sehingga agama sangat diperlukan dalam kehidupan bersama.
“peran agama yaitu untuk mendamaikan manusia dan memanusiakan manusia, Jangan sampai menyebabkan kita saling memunafikan antar sesama umat manusia,”tegasnya.(*)

Penulis: Tri Jumartini Ilyas

 

Back to top button