BERITA TERKINIINTERNATIONALMOZAIK ISLAM

Kisah Perempuan Amerika yang Mencari Islam di Internet, dan Akhirnya …

 

AsSAJIDIN.COM — JANNAH, entah apa nama aslinya, adalah seorang mualaf Amerika. Ia lahir dan besar di Jersey City. Orang tuanya berasal dari Kolombia dan Italia. Pergaulannya membuat ia menyadari bahwa agama bukanlah prioritas untuknya saat ini.

Pertama kali tertarik, Jannah mencari tentang Islam di internet. Berikut penuturan selengkapnya.

“Lalu aku menemukan laman whyIslam, yang menurutku menawarkan informasi yang cukup lengkap.

Ketika aku mendapatkan informasi yang dibutuhkan, aku mulai secara intensif mendalami apa yang aku ketahuin. Aku membaca setiap hari informasi tentang Islam dan begitu menikmati hal tersebut.

Setelah merasa berani, aku mengunjungi masjid. Memang, aku tidak langsung ke sana melainkan berkomunikasi terlebih dahulu via surat elektronik.

Lihat Juga :  Sehelai Rambutmu Lebih Mulia dari Sorban dan Jubah Ulama

Selang beberapa lama, pihak masjid memberikan balasan. Aku pun untuk kali pertama mengunjungi masjid. Sebelum itu, aku bertemu dengan seorang Muslimah yang lebih dulu mengajakku memasuki toko. Di toko itu, aku diperlihatkan bagaimana mengenakan jilbab.

Aku merasa nyaman dengan apa yang kulihat. Ini membuatku tak ragu untuk memeluk Islam. Setiap pertanyaanku telah terjawab.

Setibanya di masjid, aku mengucapkan dua kalimat syahadat. Sebelum itu, pembimbingku bertanya apakah akan orang lain boleh menyaksikan ini. Aku mengiayakan. Aku disambut oleh mereka. Begitu hangat, nyaman, dan aku terisak, Alhamdulillah.

Sejak saat itu, semuanya berubah. Aku percaya itu adalah proses, membaca lagi tentang Islam, belajar, pergi ke pengajian, untuk menemukan lebih banyak teman wanita Muslim, dan mereka yang bisa mengajariku, bagaimana aku akan berhubungan dengan orang lain. Bagiku Islam adalah cara hidup jadi semuanya aku ambil, terutama berkaitan dengan orang tuaku, karena mereka bukan Muslim.

Lihat Juga :  Berawal Kisah ini, Sejarah Tahun Baru Hijriah

Aku mulai memakai jilbab mungkin empat bulan setelah itu, perlahan-laha. Aku mulai melakukan shalat dan ibu melihatku, ayahku akan melihatku shalat. Aku berusaha untuk menunjukkan kepada mereka bahwa ini bukan sesuatu yang melenceng. Hal itu kemudian menjadi perjuangan dan tantangan sampai sekarang setelah bertahun-tahun aku masuk Islam. dapat mengatakan Al-Hamdulel-Allah, itu berubah begitu banyak, tapi masih kadang-kadang perjuangan di kali dengan mereka .

Sekarang, aku tengah mempelajari bahasa Arab, suatu hal tersulit sepanjang aku masuk Islam.” [*/sumber: islampos.com]

Berita Terkait

Close