HeadlineInternationalMozaik IslamUtama

Mau Tahu Berapakah Jumlah Masjid di Jerman?

BERLIN, AsSAJIDIN.COM — Berapakah jumlah bangunan masjid yang ada di Jerman? Tak ada seorang pun yang tahu pasti. Menurut Michael Blume, seorang peneliti budaya keislaman asal Jerman, konstitusi Jerman tak mengharuskan kewajiban pendaftaran untuk suatu kegiatan atau pembangunan yang bersifat keagamaan.

“Itu berarti, selama komunitas agama atau asosiasi keagamaan tidak berbentuk badan publik, maka dia tidak terdaftar,” kata Blume seperti dilansir dari Deutsche Welle, Selasa (9/10).

Menurut Blume, topik diskusi hingga penelitian tentang masjid mulai mengemuka sejak adanya pembangunan masjid di Kota Cologne, Jerman yang dibiayai oleh Turki. Di kota tersebut memang terdapat banyak orang-orang Turki dan melihat pembangunan masjid tersebut sebagai tampilan kekuasaan orang Turki di Jerman.

Sejauh ini hanya ada beberapa perkiraan jumlah masjid yang tersebar di seantero Jerman. Masjid, lanjut dia, sama halnya dengan kuil yang merupakan rumah ibadah umat Budha di Jerman. Masjid dan Kuil adalah rumah ibadah yang tak pernah diketahui pasti berapa jumlahnya di Jerman.

Berbeda dengan Gereja. Mereka terdaftar di kantor pencatatan statistik berserta komunitas-komunitas Yahudi yang juga menggunakan gereja sebagai tempat ibadah. Mereka memiliki perjanjian konstitusional dengan pemerintah yang diatur oleh hukum tentang hubungan negara-gereja.

Kembali lagi soal Masjid, Blume mengatakan, ada tiga perkiraan jumlah Masjid di Jerman. Yakni antara 2.500 unit, 2.600 unit, hingga 2.700 unit. Dewan Pusat Muslim di Jerman mengumumkan pada awal Oktober ini ada sekitar 2.500 masjid. Banyak bangunan Masjid yang terselip di jalan maupun di area lapang. Sekitar 900 bangunan mudah dikenali masyarakat yang melintas bahwa itu adalah masjid.

Pada Mei 2018, para peneliti dari Parlemen Jerman, Bundestag, telah menyelidiki sumber-sumber pembiayaan masjid serta asosiasi masjid. Berdasarkan hasil penelitian, diperkirakan ada 2.600 hingga 2.700 unit masjid di berbagai daerah. Namun, ia menegaskan, bahwa hanya sedikit yang dianggap sebagai masjid dalam arti tradisional.

Kebanyakan, masjid berbentuk modern yang dibangun dengan beton-beton serta dihiasi ornamen neo-utsmani. “Masyarakat kebanyakan menyebutnya sebagai ‘masjid halaman’ karena terletak di kawasan industri atau bangunan masjid tersebut bekas bangunan pabrik,” ujar Blume.

Menurut para peneliti Bundestag, saat ini Jerman telah menjadi rumah bagi setidaknya 2.350 hingga 2.750 jamaah atau asosiasi masjid yang melayani sekitar 4,4 hingga 4,7 juta warga Muslim dari berbagai etnis. “Kami bahkan tidak tahu persis berapa jumlah masjid di Jerman karena tidak tercatat,” tutur dia.

Blume mengatakan, banyak masjid baru di Jerman yang cenderung dibiayai dari pihak luar Jerman. Baik dari Turki, Arab Saudi, hingga berbagai LSM Keislaman berskala internasional. Hal itu, kata Blume, karena warga Muslim di Jerman tak memiliki cukup dana untuk membangun rumah ibadah mereka.

Ia mengatakan, sedikit pula Muslim di Jerman yang menyadari bahwa mereka adalah komunitas sekaligus jamaah masjid. Mungkin saja, kata Blume, untuk mengumpulkan dana membangun sebuah masjid. Namun, dana akan tetap kurang karena harus membayar para imam serta penjaga masjid. “Itulah mengapa Turki begitu kuat dalam membiayai komunitas Muslim di Jerman,” kata dia.

Pada musim gugur tahun ini, akan diadakan sebuah Konferensi Islam Jerman. Ini pertama kalinya digelar sejak Pemilihan Umum di Jerman tahun 2017. Topik mengenai pendataan statistik masjid kemungkinan akan menjadi salah satu topik utama dalam konferensi tersebut.(*)

Berita Terkait

Close