NASIONAL

Disorot Netizen Mirip Matta Dajjal,  Desain Pedestrian Jam Gadang  Diubah

BUKITTINGGI, AsSAJIDIN.COM — Setelah heboh dan viral di media sosial terkait desain rencana revitalisasi kawasan pedestrian Jam Gadang Bukittinggi yang menyerupai disebut mirip mata dajjal akhirnya dirobah. Perobahan desain itu setelah mendapat tanggapan serius serius oleh DPRD dan Pemko Bukittinggi.

Dikarenakan kemiripan dengan matta dajjal itu, DPRD meminta agar desain Pedestrian Jam Gadang tersebut diubah.

Namun, Pemko Bukittingi membantah keras tudingan sejumlah netizen di medsos terkait beredarnya desain Pedestrian Jam Gadang yang mirip dengan simbol Illuminati atau mata Dajjal tersebut.

“Beberapa minggu terakhir, memang desain kawasan Pedestrian Jam Gadang tengah viral di sosmed, karna diisukan mirip dengan lambang dajjal.

Namun demikian, desain yang yang beredar itu berbeda jauh dengan desain yang asli.

Jadi tidak benar itu adanya desain Pedestrian Jam Gadang yang menyerupai mata Dajjal,” kata Sekdako Bukittinggi Yuen Karnova, ketika menghadiri rapat koordinasi bersama DPRD dan konsultan perencana desain revitalisasi Pedestrian Jam Gadang di gedung dewan setempat, Senin (08/10).

Seperti diberitakan harianhaluan.com, rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Beny Yusrial didampingi Wakil Ketua H. Trismon dan Yontrimansyah, serta dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD seperti Ketua Komisi II Asril, Ketua Komisi III Rusdy Nurman, Ketua dan Sekretaris Fraksi PPP Rismaidi dan Dedi Fatria, Ketua Fraksi Golkar Edison Katik Basa, Ketua Fraksi Gerindra Herman Syofyan, Sekretaris Fraksi PAN Syafri Syam, anggota Fraksi PKS Ibnu Asis beserta sejumlah OPD terkait.

Menurut Yuen, pemerintah daerah tidak berniat membuat sesuatu untuk mengundang ataupun mengarah kepada simbol dajjal.

Lihat Juga :  DMI Wacanakan Buka Sentra Vaksinasi di Masjid 

Jam Gadang adalah landmark-nya Bukittinggi, karena itu desain pedestriannya ditata semenarik mungkin.

Bahkan di kawasan pedestrian ini juga akan ada ruang terbuka sebagai medan nan bapaneh.

Sementara itu, Ketua DPRD Bukittinggi Beny Yusrial menyebutkan, rapat koordinasi yang dilaksanakan guna mendapat informasi yang jelas terkait detail dari desain pedestrian Jam Gadang yang tengah viral di sosial media, karena desain itu diisukan mirip mata dajjal.

Dengan kejadian ini tentunya menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, meskipun desain yang aslinya tidak demikian.

“Untuk mengantisipasi adanya kesalahpahaman serta polemik di tengah warga, maka DPRD mengambil langkah untuk melakukan rapat koordinasi bersama pemerintah daerah. Kami ingin ada kejelasan terkait desain yang dibuat tersebut,” ujar Beny.

Dari hasil rapat koordinasi yang dilakukan ungkap Beny, DPRD Bukittinggi sepakat untuk merekomendasikan kepada pemerintah daerah agar merubah desain taman pedestrian Jam Gadang.

Dengan tujuan agar tidak ada lagi kesalahpahaman masyarakat terhadap pekerjaan revitalisasasi, yang saat ini desain revitalisasi itu tengah dihebohkan karna mengarah kepada logo atau Illuminati dajjal.

“Jika memungkinkan dan sesuai dengan aturan yang ada, kami minta kepada pemerintah daerah untuk dapat merubah desain taman Jam Gadang ini. Sehingga tidak ada lagi desain yang mengarah kepada simbol yang meresahkan warga, seperti yang dihebohkan para netizen disosmed,” ucap Beny.

Ia menambahkan, perubahan desain Jam Gadang ini bukan karena adanya pembenaran terhadap desain yang mengarah pada mata dajjal seperti yang diisukan. Perubahan desain ini jangan disalahartikan pula sebagai pembenaran bahwa adanya mata dajjal.

Lihat Juga :  Tahun 2019, MUI Minta Umat Perbaiki Akhlak di Medsos

“Perubahan ini dilakukan tidak lebih untuk mengantisipasi dan menjawab keresahan warga, sehingga apa yang diharapkan masyarakat dapat direalisasikan, dan desainnya sesuai dengan falsafat Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tuturnya.

Terpisah Tim Leader Konsultan Perencana Desain Jam Gadang Indra Mahdi, membantah keras hal itu. Desain yang dibuat, katanya, sesuai dengan konsep green city dan telah melewati perencanaan yang matang.

“Desain yang viral di medsos tersebut berbeda jauh dengan desain yang asli. Kami dari PT. Anirindo Mitra Konsultan, apapun yang kami rancang dan kami buat telah melalui perencanaan yang matang. Semua desain yang kami buat sesuai dengan konsep kaidah arsitektur, karena kami tidak ingin menyalahi aturan dalam bekerja,” ujarnya.

Menurut Indra, pihaknya akan segera menyiapkan detail dari desain alternatif untuk taman pedesteian Jam Gadang ini.

Saat ini sudah ada desain alternatif kedua. Namun demikian tentu akan disiapkan detail dari rencana tersebut.

“Desain alternatif kedua ini kami buat untuk mengantisipasi kesalahpahaman dari masyarakat.

Karena tidak ada niat sedikitpun untuk mengarahkan desain awal itu kepada organisasi dajjal seperti yang dihebohkan. Bahkan kami juga baru tau tentang adanya simbol itu.

Kami berharap masyarakat mengerti dan tidak saling tuding lagi. Kami akan siapkan desain alternatifnya dalam waktu dekat,” tutur Indra.(*/sumber: sripoku.com)

Back to top button