Uncategorized

Nasihat Nabi Bila Terkena Musibah

 

ASSAJIDIN.COM — Dari Asy-Sya’bi (W.103 H)-Rahimahullah-bahwa Syuraih berkata :

” Sesungguhnya ketika aku tertimpa musibah, maka aku bersyukur kepada Allahu jalla wa’ala sebanyak empat kali,

1⃣ Aku bersyukur karena musibah yang lebih besar tidak menimpaku.

2⃣ Aku bersyukur karena Allah masih memberiku kesabaran dalam menghadapinya.

3⃣ Aku bersyukur karena Dia masih memberiku taufiq untuk mengucapkan istirja’ (kalimah : innalillahi wainna ilayhi raadji’un) yang bisa kuharapkan pahalanya.

4⃣ Aku bersyukur karena musibah itu bukan pada agamaku.

(Siyar A’lamin Nubala : 4/105)

Sebab yang Menurunkan dan Mengangkat Musibah

Dari Ali bin Abu Thalib radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata,

مَا نَزَلَ بَلَاءٌ إِلَّا بِذَنْبٍ وَلَا رُفِعَ بَلَاءٌ إِلَّا بِتَوْبَةٍ“

Tidaklah petaka turun, kecuali karena dosa, dan tidaklah petaka diangkat, kecuali dengan taubat.” [Ad-Dâ wa Ad-Dawâ hal. 118]

Do’a Ketika Musibah Menerpa

Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا

“Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”,

Lihat Juga :  Allah Mengingatkan : “Hai Orang yang Berkemul, Bangunlah!”

Maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.”

Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim no. 918 )

Do’a yang disebutkan dalam hadits ini semestinya diucapkan oleh seorang muslim ketika ia ditimpa musibah dan sudah seharusnya ia pahami. Insya Allah, dengan ini ia akan mendapatkan ganti yang lebih baik.

Hikmah di Balik Musibah

Sesungguhnya di balik musibah itu terdapat hikmah dan pelajaran yang banyak bagi mereka yang bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah Subhaanahu wata’aala yang telah mentakdirkan itu semua untuk hamba-Nya, diantara hikmah yang bisa kita petik antara lain adalah:

1⃣ Musibah akan mendidik jiwa dan menyucikannya dari dosa dan kemaksiatan.

2⃣ Mendapatkan kebahagiaan (pahala) tak terhingga di akhirat.

3⃣ Sebagai parameter kesabaran seorang hamba.

4⃣ Dapat memurnikan tauhid dan menautkan hati kepada Allah.

5⃣ Memunculkan berbagai macam ibadah yang menyertainya.

Lihat Juga :  Alhamdulillah, Banjir Buah-buahan di Pasar 16 Ilir

6⃣ Dapat mengikis sikap sombong, ujub dan besar kepala.

7⃣ Memperkuat harapan (raja’) kepada Allah.

8⃣ Merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan

9⃣ Allah tetap menulis pahala kebaikan yang biasa dilakukan oleh orang yang ditimpa musibah.

Dengan adanya musibah seseorang akan mengetahui betapa besarnya nikmat keselamatan dan ‘afiyah

Hendaknya seorang hamba bersabar dan memuji Allah ketika tertimpa musibah, sebab walaupun ia sedang terkena musibah sesungguhnya masih ada orang yang lebih susah darinya, dan jika tertimpa kefakiran maka pasti ada yang lebih fakir lagi. Hendaknya ia melihat musibah yang sedang diterimanya dengan keridhaan dan kesabaran serta berserah diri kepada Allah Dzat yang telah mentakdirkan musibah itu untuknya sebagai ujian atas keimanan dan kesabarannya.

? Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menukil ucapan ‘Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu:

Oleh karena itulah marilah kita kembali kepada Allah dengan bertaubat dari segala dosa dan khilaf serta menginstropeksi diri kita masing-masing, apakah kita termasuk orang yang terkena musibah sebagai cobaan dan ujian keimanan kita ataukah termasuk mereka- wal’iyadzubillah- yang sedang disiksa dan dimurkai oleh Allah karena kita tidak mau beribadah dan banyak melanggar larangan-larangan-Nya.

Semoga kita selalu dianugerahi kesabaran dari Allah Ta’ala. (*/sumber : Asy-Syamil.com)

 

Back to top button