BERITA TERKINILIFESTYLE

Ingin Cantik atau Ganteng Lalu Operasi Plastik, Apa Hukumnya?

ASSAJIDIN.COM — Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah ditanya :

Bagaimana hukum melaksanakan operasi kecantikan dan hukum mempelajari ilmu kecantikan

Beliau menjawab :

Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam :

(1⃣) Pertama :
Operasi kecantikan untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh dilakukan , karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan izin kepada seorang lelaki yang terpotong hidungnya dalam peperangan untuk membuat hidung palsu.

(2⃣) Kedua:
Operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan, karena dalam sebuah hadis (disebutkan),

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْ صِلَةَوَالَوَاشِمَةَوَالْمَسْتَوْشِمَةَ

Lihat Juga :  Portal Assajidin.com Terpopuler, Berikut Ini Daftar Peringkat Media Online di Palembang

“Rasulullah melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan orang yang minta dibuatkan tato.”
(H.R. Bukhari)

Alasannya, adalah karena operasi seperti ini akan membuat keindahan yang baru, dan bukan untuk menghilangkan cacat.

Adapun berkaitan dengan siswa yang diharuskan untuk mempelajari operasi kecantikan (plastik) dalam kurikulum pelajarannya, maka dia boleh mempelajarinya, tetapi tidak boleh digunakan untuk operasi yang haram.

Bahkan, semestinya, dia memberikan nasihat kepada orang yang memintanya melakukan operasi yang diharamkan (itu) agar menjauhi operasi ini, karena hukumnya haram. Mungkin, nasihat dari dokter lebih diterima oleh pasien.”
(Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hlm. 478–479).(*/sumber:AsySyamil.com)

Berita Terkait

Close