BERITA UTAMAHeadlinePolitik

Yang Tidak Pilih Jokowi Masuk Neraka, Kemas Yunus : Apa Neraka dan Surga di Tentukan Lewat Pilpres ?

 AsSajidin..com Palembang.-  Sejak di percaya menjadi salah satu juru bicara pasangan Jokowi -Maruf Amin, Farhat Abbas terus melontarkan pernyataan kontroversi. Salah satunya, seperti yang ia tulis dalam akun istragram peribadinya @farhatabbastv226, “ yang pilih Jokowi masuk surga. Yang gak pilih pak Jokowi dan yang menghina dan nyinyirin pak Jokowi bakal masuk neraka. Pernyataan tersebut memantik  reaksi dari pelbagai unsur masyarakat. Salah satunya, dari himpunan masyarakat Palembang Darussalam.

 Kemas Yunus, Ketua Paguyuban Pangeran Natanegara Kesultanan Palembang Darussalam megatakan, bahwa tidak semestinya seorang public figure mengutarakan hal-hal yang dapat mengundang image buruk tentang konsep keyakinan seseorang pemeluk agama terhadap sesuatu hal yang jelas menyesatkan.

“ Apa yang di katakan Farhat Abbas tentang orang yang tidak memilih pak Jokowi bakal masuk neraka. Apa neraka dan surga itu bisa ditentukan seseorang melalui Pilpres. Keliru itu, sesat sekali pernyataannya, bukan seperti itu. Lalu apa dasarnya, la wong yang rajin ibadah saja belum tentu masuk surga, begitu juga dengan orang yang bermaksiat pun belum tentu di vonis neraka. Surga maupun neraka itu hak Allah SWT.  Ironis saja, kok ada orang mendukung sampai segitunya,” ucap Yunus kepada MaklumatNews.com (AsSajidin Group)  Rabu (12/9).

 Ia menegaskan, setiap orang boleh saja mendukung orang yang dianggapnya baik. Namun sangat tidak elok, jika rana keyakinan yang dianut dalam beragama di ikut sertakan. Apa lagi, bentuknya seperti apa yang di sampaikan Farhat Abbas.

“ Saya khawatir, kan masyarakat kita ini tidak semuanya bisa memahami situasi politik yang terjadi. Tidak pula semua kita menyikapinya dengan bijak. Oleh sebab itu, saya sarankan untuk semua anggota tim kampanye pemenangan Pilipres agar tidak membawa isu primordial yang memang tidak bisa dibenarkan,” pintanya.

Menyikapi hal itu, Juli Antoni, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, menyayangkan pernyataan Farhat tersebut.Ia menegaskan bahwa pernyataan Farhat di akun Twitternya itu tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut TKN Jokowi-Ma’ruf.

 “Kita akan memberikan teguran internal ke Bang Farhat. Ini bukan narasi Jokowi-Maruf,” kata Raja Juli di Sekretariat TKN Jokowi-Ma’ruf, seperti di kutip dari TribunSumsel.com.

Reporter : Jemmy Saputera

 

 

 

Berita Terkait

Close