BERITA TERKINIMOZAIK ISLAM

Rasa Berat untuk Meninggalkan Kebiasaan Buruk

ASSAJIDIN.COM — Saudaraku, rasa berat untuk meninggalkan kebiasaan buruk hanyalah bagi yang meninggalkannya bukan karena Allah. Adapun bagi yang meninggalkannya dengan jujur dan ikhlas karena Allah dari lubuk hati yang paling dalam, ia tidak akan mendapatkan kesusahan sama sekali, kecuali pada awalnya saja.

? Hal ini sebagai ujian baginya, apakah ia jujur dalam meninggalkannya atau ia pura-pura saja. Padahal, seandainya ia mau bersabar sedikit saja, kesusahan dan rasa berat itu akan segera mejadi lezat dan manis.

? Muhammad bin Sirin pernah mengatakan,
?“saya mendengar Syuraih bin Al Harits Al Qadhi bersumpah atas nama Allah, bahwa tidaklah seorang hamba meninggalkan sesuatu karena Allah kemudian ia menjadi benar-benar kehilangan. Tetapi pasti ia akan mendapatkan gantinya. Karena telah benar hadits yang menyatakan, ‘siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik baginya.’”?

Lihat Juga :  Joshua Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Hina Islam Saat Ber-stan up Comedy, Begini Ucapannya

? Saudaraku, adapun pengganti itu bentuknya bermacam-macam, yang paling berharga adalah rasa tenang dengan Allah, kecintaan kepada-Nya, ketentraman kalbu, kekuatan dan semangat jiwa, kegembiraan dan keridhaan terhadap Rabbnya. Allahua’lam.
?(Al Fawaid karya Ibnul Qayyim)

? Oleh karenanya, landasi hijrah dengan niatan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata.

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

?“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”?
?(HR. Ahmad 5: 363) .Mut (*/sumber: mutiara Islam)

Close