Nasional

Mengapa Harus Sandiaga ?

Palembang ,AsSajidin.com – Menjelang detik-detik akhir penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden, publik tanah air di hentak dengan peristiwa politik yang mengejutkan. Betapa tidak ,  pasangan Petahana Joko Widodo memilih KH. Ma’ruf Amin setelah sebelumnya Prof. Mahfud MD digadang gadang bakal mendampinginya. Terakhir, Prabowo Subianto yang menetapkan Sandiaga Salahudin Uno maju sebagai Capres dan Cawapres mewakili empat partai pengusung yakni, Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat. Lalu bagaimana dengan ijtima ulama, yang mengusung dua nama ulama mendampingi Prabowo ? Berikut ulasan yang dihimpun wartawan AsSajidin dalam satu tulisan.

Ustadz Taufik Hasnuri , dalam satu kesempatan mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto di pilih sebagai Capres oleh ulama yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)  berdasarkan ijtima ulama dengan pendampingnya adalah Ustadz Abdul Somad (UAS) atau Ustadz Salim Al Jufri. Terakhir menguat nama Ustadz Arifin Ilham dan KH. Abdullah Gym Nastiar (AA Gym)

Menurut Ustadz Taufik, Ijtima ulama bukan sebuah pernyataan yang main-main, melainkan sebuah proses pemikiran yang melibatkan Allah Jalla Jalaluhu yang maha perkasa dan agung.

“ Ijtima ulama yang tergabung dalam GNPF tersebut telah memutuskan capresnya adalah Prabowo Subianto, dengan cawapresnya, adalah Ustadz Abdul Somad, Ustadz Salim Al Jufri dan alternatif lain seperti Ustadz Arifin Ilham dan KH, Abdullah Gym Nastiar. Saya rasa ini adalah pilihan terbaik yang diambil oleh ulama untuk mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kedepan,” ujarnya.

Sementara itu,  direktur eksekutif Habibie Center, Rahimah Abdulrahim menyebut, keputusan Prabowo yang berbeda dengan rekomendasi Ijtima Ulama itu menimbulkan banyak praduga, salah satunya adalah mungkin karena ia cukup percaya diri dengan memilih Sandiaga Uno.

Lihat Juga :  Amanah di Tangan Anis-Sandiaga, Hari ini Dilantik Jadi Gubernur DKI Jakarta

“Kemungkinan, Pak Prabowo sudah yakin bahwa dukungan kalangan konservatif sudah cukup solid, dan yang dia harus raih dukungannya lebih jauh adalah kalangan muda, sehingga ia menetapkan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden mendampinginya,” ungkap Rahimah seperti dikutip dari  BBC News.

Kendati demikian sambungnya,  menjelang pengumuman cawapres ini kan Prabowo menghadiri apa yang disebut Ijtima Ulama, yang merekomendasikannya sebagai calon presiden untuk didampingi ulama. Dua nama yang diusulkan adalah Abdul Somad, dan Salim Segaf Al Jufri.  Dan belakangan justru nama Sandiaga yang mencuat lalu terpilih

Apakah itu berati akan mengubah dukungan para ulama yang tergabung dalam GNPF ?

Sampai berita ini di turunkan, Ketua GNPF  Yusuf Martak  justru memuji Jokowi yang lebih dulu menggaet ulama pada Pilpres 2019 dan belum menentukan sikap atas penunjukkan

Sandiaga mewakili Prabowo dalam bursa capres cawapres.

“Saya rasa Jokowi lebih cerdas dari pada kita, ini tidak boleh. Kami belum mengambil sikap apa tetap mendukung Prabowo atau tidak, satu yang pasti kami akan meminta penjelasan dan alasan yang tepat untuk itu, jangan sampai nantinya mengalami kekalahan. Saya tegaskan ini bukan perkara menang atau kalah, kita bergerak untuk umat, untuk bangsa dan NKRI yang jauh lebih baik,” katanya.

Lihat Juga :  Masya Allah!! dalam Sehari Dua Kejadian Gempa Timpa Situbondo dan Papua Nugini

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diriwayatkan oleh Al Imam At Tirmidzi “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.”

Berdasarkan hadist tersebut , Ustadz Adi, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Alfalah mengatakan bahwa, sebagai tokoh agama dan umat Islam yang cinta damai, tentu yang terbaik untuk bangsa ini adalah bukan karena siapa mendukung siapa.

“ Saya berharap, ulama yang tergabung dalam GNPF dapat mengambil positifnya, toh sekarang tokoh ulama yang di tunjuk berdasarkan ijtima ulama tersebut seperti halnya Ustadz Salim telah menunjukkan kerelaanya untuk mendukung Sandiaga. Itu artinya, bukan berarti, tidak menghormati keputusan hasil ijtima. Lagi pun, sekarang pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin juga dari kalangan ulama. Sebagai pengayom umat, guru-guru- ustadz harus dapat menjadi penenang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Ustadz Adi, umat harus tetap tenang dan menjaga kedamaian  NKRI, demi kepentingan bangsa yang jauh lebih besar.

“ Prabowo memilih Sandiaga Uno tentu dengan perhitungan yang cukup matang. Saya rasa beliau mengambil keputusan tersebut karena tidak ingin membenturkan umat dan ulama. Sebagaimana kita ketahui kan, sejauh urusan ini  ulama sendiri berbeda sikap. Yang jelas kita serahkan saja kepada rakyat untuk memilih. Kita doakan saja yang terbaik,” tutupnya. (Jemmy Saputera)

 

 

Berita Terkait

Close