HeadlineMozaik IslamSosokSyariatUtama

“Polisi Peduli Dhuafa”

Palembang AsSajidin.Com – Selain menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) M. Aidil Fitri SH. MM yang juga menjabat sebagai Kapolsek Kecamatan Gandus  ini juga hadir sebagai pelopor dan penggerak salah satu kegiatan sosial “ Polisi Peduli Dhuafa” yakni membantu masyarakat dengan program bagi rezeki yang merupakan salah satu kegiatan rutin Polsek Gandus setiap bulannya, dengan membagikan sembako kepada masyarakat duafah yang membutuhkannya. Tujuannya adalah menciptakan suasana kekeluargaan yang harmonis antara polisi dan masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, Suami dari Aida Suryanti ini merasa bahwa pekerjaannya  sebagai seorang polisi yang dituntut untuk mengayomi masyarakat adalah pilar utama bagi dirinya dan Babinkamtibmas untuk dapat memastikan bahwa tidak ada masyarakat dalam lingkungannya yang hidup dalam kekurangan.

“ Sudah menjadi tugas seorang polisi untuk memastikan  itu. Akan tetapi saya sadar betul bahwa apa yang kami beri mungkin belum dapat banyak membantu mereka. Ya, sembako yang kami beri memang tidaklah banyak, namun saya berharap akan dapat membantu setidaknya mengurangi sedikit dari beban hidup mereka,” ungkapnya.

Menurut ayah dua orang anak ini, program “ Polisi Peduli Dhuafa “ setidaknya telah membuka kesadaran dan harapan baru di wilayah Gandus dan sekitarnya tentang arti pentingnya keluarga.  Meski demikian, diakui olehnya upaya yang dilakukannya saat ini baru dalam skala yang sangat kecil dan masih sangat membutuhkan suport dari semua masyarakat yang berkecukupan agar  memiliki kepekaan untuk berbagi sedikit dari rezeki yang dimilikinya.

“ Alhamdulillah,  sejauh ini perogram tersebut dapat berjalan secara rutin. Semua anggota saya,teman dan  keluarga  sangat mendukung. Bahkan mereka dengan sukarela turut membantu baik secara materi, maupun tenaga. Yang jelas kuncinya adalah ikhlas. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan ini dapat bermanfaat meski tidak begitu maksimal, “ ujarnya.

Sosok polisi bagi Aidil merupakan suatu pekerjaan yang sangat mulia. Memiliki sikap tegas, berwibawa dan disiplin adalah harga mati yang harus diutamakan dan menjadi spirit tersendiri untuk selalu bisa berbuat yang terbaik bagi rakyat, agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“ Menjadi seorang polisi tentunya akan banyak hal yang kita korbankan, termasuk diantaranya keluarga. Sesuai dengan namanya Bhayangkara merupakan asal kata dari bahaya dan angkara. Nah, menjadi seorang polisi haruslah mampu mengatasi semuanya demi satu tujuan yakni ketentraman hidup dalam masyarakat. Oleh karena itu, saya berusaha untuk tidak pernah mengeluh dengan pekerjaan saya, karena ini adalah pilihan hidup yang harus saya jalani dan tanggung semua resikonya. Lagi pula mengeluh dalam pekerjaan bukanlah jiwa seorang kesatria,” ungkap ayah dari Aufa Zulfikar dan Ginda Afdal ini bangga.

Disinggung mengenai keluarga ia mengatakan bahwa,kepentingan menjaga rakyat, agama dan NKRI adalah yang utama diatas segalanya, sebab menjadi seorang polisi haruslah memiliki kesadaran bahwa, jiwa, hati dan pikiranya tiada lain untuk kepentingan masyarakat, setelah itu barulah untuk keluarga.

“ Terkadang waktu untuk bersama keluarga, anak dan istri dirumah sangatlah minim sekali. Apalagi  belum lama ini kita mengalami suatu peristiwa besar dalam pesta demokrasi kita. Jujur peristiwa ini sangat menguras tenaga dan pikiran saya, akan tetapi saya ikhlas karena itu merupakan bagian dari ibadah. Insya Allah, jika kita bertanggung jawab atas pekerjaan kita maka keberkahan hidup akan kita raih, “ ujarnya.

MelaluiAs SAJIDIN, Ia mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara dan ucapan terimakasih kepada masyarakat Palembang pada umumnya dan masyarakat Gandus pada khususnya atas keberhasilan Pemilihan Umum Kepala Daerah (PILKADA) Sumatera Selatan (SUMSEL)  2018 yang berjalan lancar, aman dan damai.

“ Terimakasih kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat yang mampu memberikan kesejukan dalam pesta demokrasi 5 tahunan ini sehingga berjalan lancar tidak adanya gangguan keamanan yang berarti. Kalau saya boleh menilai, inilah kado istimewa yang dianugerahkan Allah SWT untuk NKRI, dan hari jadi Bhayangkara,”tutupnya.[]JemmySaputera

Tags

Berita Terkait

Close