HeadlineSyariatUtama

Nasihat Sufyan bin Uyainah agar Kita Jauh dari Sifat Sombong

 

AsSAJIDIN.COM —  Ali bin Hasan berkata,  bahwa, Dia mendengar  Sufyan bin Uyainah berkata :
“Siapa menganggap dirinya  lebih baik dari orang lain, dia sudah bersikap sombong.  Sesungguhnya,
sikap inilah  yang menghalangi Iblis untuk bersujud  kepada Nabi Adam”

Sufyan bin ‘Uyainah atau Ibnu Uyainah adalah seorang Imam Sunni dan ahli hadis di tanah haram Makkah. Julukan kunyah dia adalah “Abu Muhammad Al-Hilali Al-Kufi Al-Makki”. Nama lengkapnya adalah Sufyan bin Uyainah bin Abu Imran Maimun (Arab: ابو محمد سفيان بن عيينة بن ميمون الهلالي الكوفي‎). Dia lahir di kota Kuffah pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 107 H. Dia menuntut ilmu hadis sejak berusia 10 tahun. mendapatkan ilmu yang banyak dan kuat hafalannya. Dia sempat bertemu dengan 87 tabi’in dan mendengar hadis dari 70 orang di antara mereka.

Lihat Juga  Ketika Aa Gym dan TGB "Bersatu" Bahas QS Al Hujurat, ini Nasihatnya, Semoga Jadi Renungan

Jumlah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Uyainah adalah sekitar 7000 hadis, dan dia tidak memiliki karya tulis berupa buku. Pada tahun 163 H ia pindah dari Kufah ke Makkah, ia menetap di kota ini mengajar hadis dan al-Quran kepada orang orang Hijaz sampai dengan wafatnya

Maka, diantara cara agar terhindar dari kesombongan  antara lain :

Apabila engkau melihat  orang yang lebih tua umurnya darimu,  katakanlah pada dirimu,  “Orang ini sudah
mendahuluiku dalam ber-Iman dan ber’Amal Shaleh, dia tentu  lebih baik dariku”

Apabila engkau melihat  orang yang lebih muda umurnya darimu, katakanlah pada dirimu, “aku telah mendahuluinya berbuat dosa dan  kemaksiatan, dia tentu  lebih baik dariku”

Lihat Juga  Imam Terlanjur Ruku, Apa Sudah Bisa Dibilang 1 Rakaat Saat Masbuk Shalat Jamaah?

Apabila engkau  melihat Sahabat-sahabatmu meng-hormati dan me-muliakanmu,  katakanlah pada dirimu,
“Ini adalah Keutamaan  yang kelak  akan diperhitungkan”

Apabila engkau  melihat mereka kurang meng-hormatimu,  katakanlah pada dirimu,  “Ini adalah akibat dosa
yang telah aku lakukan”  (Shifatush Shafwah, Ibnul Jauzi). (*)

Berita Terkait

Close