KELUARGAPENDIDIKAN

Sekali Saja Sehari Berbuat Baik Sedunia Mencintaimu

Oleh: Bangun Lubis

Pemimpin Redaksi AsSAJIDIN.Com

 

 

AsSAJIDIN.COM –  Orang yang memiliki kecerdasan tinggi selalu berusaha untuk berbuat baik. Walaupun baginya itu terasa berat, namu ia berusaha sekuat tenaga menyingkirkan segala kesulitan untuk bisa bertindak baik kepada siapa saja di dunia ini.

Allah berfirman;” Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).”( Ar Rahman: 60).

Begitu  indah kalimat yang keluar dari peserta pertemuan antara Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia dengan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI Moeldoko, ketika pengurus organisasi Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia mengadakan silaturrahmi Selasa (10/04 -2018) di Istana Negara, Jakarta.

Kalimat bijak itu merespon adanya tekad AJO Indonesia yang akan membuat BETTER INDONESIA, sebagimana yang diungkapkan oleh Ketua Umum AJO Indonesia, *Rival Ahmad Labbaika*, sebagai suatu rancangan agar semua anak bangsa memiliki keinginan untuk berbuat baik untuk negeri ini.

BETTER INDONESIA, merupakan aplikasi media akan dishering kepada masyarakat, kepanjangannya adalah  BEriTa TERbaik Indonesia, secara bahasa Better Indonesia adalah sesuai pengertiannya yakni perbuatan yang terbaik. Berkata baik dan berbuat baik dipandang saat ini demikian perlu dan penting bagi kita semua anak negeri.

Pihak Istana memohonkan agar semua orang di negeri ini, dapat Berkata baik sekali saja dalam sehari, sudah merupakan niat baik yang tiada tara. Apalagi Berbuat baik sekali saja sehari, tentu jauh lebih baik. Bila semua orang begitu, maka tidak ada pesimistis lagi di hati anak bangsa ini. “Semua orang akan optimis dengan istilah berkata baik atau jika bisa berbuat baik sekali saja dalam sehari,”kata Moeldoko menjawab keinginan Ketua Umum AJO Indonesia, Rival Ahmad Labbaika.

Lihat Juga :  41 Persen Peserta Wisuda Unsri ke-160, Lulus dengan Cumlaude (Dengan Pujian)

AJO Indonesia sebagai sebuah organisasi para jurnalis online, memandang selama ini konisi anak bangsa sedang seru-serunya berdebat dan berpikir serta menganalisa baik dengan pandangan ilmiah mereka maupun terkadang tanpa sadar dengan emosi yang meluap-luap.

Para ilmuan, pemikir para professional, tokoh elit politik dan tokoh agama, tak henti-hentinya mngeuarkan pendapat bagimana kita bersatu dengan tulus dan berbuat untuk kemajuan bangsa. Terlebih banyaknya masalah bangsa di negeri ini, yang belum selesai.

Kita bisa lihat, pengangguran yang jumlahnya besar. Terjadinya perdebatas soal politik, baik pemimpin mapupun pengelolaan Negara dibidang ilmu, ekonomi dan teknologi. Setiap hari terkadang kita saling sinis memandang yang sebenarnya bisa dimusyawarahkan dengan sesama. Baik dengan masyarakat maupun dengan para elite politik dan juga pemerintah. Tetapi harapan itu jauh dari kenyataan. Yang muncul justru saling berkata sinis dan penuh pesimistis serta arogan.

Ini perlu diakhiri dengan Better Indonesia, ujar Rila Ahmad, yang kemudian saat ini sedang menggodok rencana tersebut untuk kemudian diberikan kepada masyarakat tanpa terkecuali, pemerintah dan para politisi, agar keinginan untuk berbuat baik tersebut dapat mengetangh di Indonesia yang sekarang masyarakatnya dinilai agak pesimis kendati ada juga sikap optimis kendati persentasinya sangat kecil.

*Islam itu Baik *

  Allah berfirman://”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.”

Secara filosofis, sikap baik ditanamkan Allah kepada setiap umat-Nya melalui pemahaman bahwa Allah menyediakan ma­laikat-malaikat yang mengikuti manusia untuk mencatat segala amal perbuatannya, seperti Surat (82) Al Infithaar ayat 10-12:// “Padahal sesunguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan akan menca­tat pekerjaan-pekerjaanmu itu. Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.//

Hal ini memberikan pemahaman kepada umat Muslim un­tuk selalu bertindak baik dan jujur karena selalu diawasi oleh Allah. Apa yang kita perbuat, sekecil apapun, akan dicatat oleh Allah apa adanya dan ditimbang pada saat hari kiamat kelak.

Lihat Juga :  Nikah Jadi Berkah Karena Mahar Yang Mudah

Umat Muslim diciptakan oleh Allah menjadi umat terbaik yang selalu berbuat kebajikan sekaligus mencegah kemung­karan seperti dijelaskan Al Quran dalam Surat (3) Ali Imran ayat 110: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.

Ayat ini menegaskan bahwa mereka yang memiliki kecer­dasan transendental tinggi akan selalu berusaha mengerjakan perbuatan baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk di sisi Allah (Oleh karena buruk di sisi Allah, maka otomatis hal itu buruk di sisi manusia). Surat (16) An Nahl ayat 90:”/ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran agar kamu dapat mengambil pelalajaran.”//

Tak hanya mengerjakan kebajikan, mereka juga harus men­cegah terjadinya kemungkaran. Bila mereka diajak untuk me­lakukan pekerjaan yang tidak baik dalam masyarakat. Kita  mereka harus me­nolak dan mencegahnya semaksimal mungkin. Mereka tidak hanya bisa menolaknya (untuk diri sendiri), tetapi mencegah­nya (agar hal itu tidak dilakukan oleh orang lain) padahal dia mengetahui kemudharatan hal tersebut. Adalah dosa jika membiarkan kemungkaran terjadi tanpa berusaha sedikitpun untuk mencegahnya.(*)

 

Back to top button