HeadlineKeluargaUtama

Tips Mengajarkan Anak Puasa untuk Pertama Kalinya

AsSAJIDIN.COM — Anak kecil yang belum puber memang belum diwajibkan untuk menjalani puasa Ramadhan. Namun, Anda sebagai orangtua tentu tidak ada salahnya jika ingin mengenalkan anak tentang puasa Ramadan sejak dini. Sehingga, saat ia sudah puber nanti dan wajib untuk puasa, ia sudah bisa menjalankan puasa ramadan dengan baik. Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak puasa pertama kali?

Tips mengajari anak puasa untuk pertama kali
Mengajari anak puasa mungkin susah-susah gampang bagi Anda. Kadang ada anak yang ingin sekali puasa seperti anggota keluarga lainnya, dan ada juga anak yang tidak ingin. Sebelum mengajarkan anak puasa, sebaiknya beri pengertian kepada anak terlebih dahulu apa itu puasa dan mengapa mereka perlu menjalankannya tiap tahun. Setelah diberi pengertian, anak mungkin akan lebih mudah untuk mengikuti ibadah puasa.

Berikut ini merupakan tips mengajar anak puasa untuk pertama kali, dikutip dari hellosehat.com :

1. Beri anak contoh
Memberi pelajaran ke anak sebaiknya dengan contoh. Hal ini membuat anak lebih mudah mempraktikkannya. Contohnya yaitu dari Anda sendiri.

Saat Anda menjalankan ibadah puasa, pasti anak akan bertanya apa itu puasa, mengapa ibu/ bapak tidak makan, dan lain sebagainya. Hal ini akan menimbulkan rasa penasaran anak, sehingga anak ingin mencobanya dan mempraktikkannya sendiri. Ingat, di usia anak yang masih muda, anak bisa dengan mudah meniru perilaku seseorang di sekitarnya.

2. Tidak memaksa anak untuk puasa penuh atau sesuai dengan keinginan Anda
Beri anak kelonggaran untuk puasa. Perlu Anda ingat bahwa anak masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan di mana ia masih membutuhkan banyak nutrisi. Selain itu, anak kecil juga belum bisa membantu dirinya sendiri untuk mendapatkan makanan dan minuman sejumlah yang ia butuhkan. Sehingga, memaksa anak untuk puasa penuh atau puasa setiap hari bisa menimbulkan risiko kesehatan pada anak.

Sebaiknya mulailah mengajari anak puasa dengan perlahan. Mulai dari puasa beberapa jam dalam satu hari kemudian tingkatkan lagi jika anak sudah berhasil melewatinya. Yang terpenting, anak mengenal dulu apa itu puasa dan bagaimana cara menjalankannya. Kemampuan anak untuk berpuasa lama-kelamaan juga akan meningkat seiring dengan kebiasaannya dalam menjalankan puasa.

3. Minta anak untuk puasa dari makanan tertentu saja
Jika anak sudah terbiasa makan makanan tertentu atau makanan kesukaannya, mintalah anak untuk menghindari makanan tersebut saat berpuasa. Misalnya, jika anak suka cokelat dan keripik, mintalah anak untuk tidak memakannya selama jam puasa. Hal ini dapat membantu menghilangkan kebiasaan buruk pola konsumsi anak. Selain itu, juga dapat membantu anak untuk lebih menghargai makanan.

4. Beri penghargaan pada anak jika ia telah sukses menjalankan puasa
Terlepas dari berapa jam anak sudah puasa atau berapa hari anak mengikuti puasa, sebaiknya beri penghargaan ke anak Anda setelah ia menjalankan puasa. Penghargaan ini dapat menambah semangat anak untuk ikut menjalankan ibadah puasa lagi dan lagi. Anda tidak harus memberi hadiah pada anak, cukup dengan memujinya dan mengatakan bahwa ia adalah anak yang hebat. Anak sudah sedang dan makin semangat untuk puasa.

Anda juga bisa menyediakan makanan kesukaan anak saat waktunya buka. Ini juga salah satu hal yang membuat anak senang saat menjalankan ibadah puasa. Namun, tetap pilihkan makanan sehat untuk anak yang mengandung nutrisi penting bagi anak, seperti makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Jangan biasakan memberi hadiah ke anak dengan makanan manis karena dapat membawa dampak buruk bagi kebiasaan makan anak.

Tags

Berita Terkait

Close