MOZAIK ISLAM

7 Nasehat Hikmah dari Syekh Jalaluddin Rumi, No 2 dan 5 Sungguh Menyejukkan

 

AsSAJIDIN.COM — Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Samarkand) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm.

Kumpulan puisi Rumi yang terkenal bernama al-Matsnawi al-Maknawi konon adalah sebuah revolusi terhadap Ilmu Kalam yang kehilangan semangat dan kekuatannya. Isinya juga mengeritik langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, mengebiri perasaan dan mengkultuskan rasio. Diakui, bahwa puisi Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya. Melalui puisi-puisinya Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Dalam puisinya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.

Lihat Juga :  Yakinlah Kepada Setiap Keputusan Allah, Terutama atas Rezekimu

Berikut tujuh nasihat hikmah dari Syekh Jalaluddin Rummi, semoga menjadi renungan buat kita:

1. Dalam hal kedermawanan dan menolong orang, jadilah seperti sungai.
(Biarkan mengalir memberi manfaat tak henti-henti dan tanpa mengharap kembali)

2. Dalam kasih sayang dan berkah, jadilah seperti matahari.
(Berilah kehangatan kepada siapa saja meski tidak diucapkan terima kasih)

3. Dalam menutupi aib orang lain, jadilah seperti malam.
(Tutupi semua aib dan rahasia orang rapat-rapat, tanpa pernah membocorkannya)

4. Dalam keadaan marah dan murka, jadilah seperti orang mati.
(Diamlah, jangan lakukan apa pun, agar tidak menimbulkan kesalahan dan menyesal kemudian. Marah-marah adalah permulaan gila yang berakhir penyesalan)

Lihat Juga :  Bahaya Ghibah dan Segunung Dosanya

5. Dalam hal kesederhanaan dan kerendah hatian, jadilah seperti bumi.
(Selalu rendah hatilah seperti bumi yang menempatkan diri di bawah dan meninggikan yang lain)

6. Dalam hal toleransi, jadilah seperti laut.
(Berlapang dada seluas-luasnya dan siap menampung pandangan-pandangan yang berbeda dengan tetap berpegang teguh dengan keyakinan)

7. Tampillah seperti diri sejatimu, atau jadilah seperti tampilanmu.

Selamat melaksanakan ibadah dalam bentuk apapun, semoga Allah SWT selalu memberikan rakhmat dan ridho-Nya. Aamiin

Semoga bermanfaat. Aamiin.
(*)

Back to top button