BERITA TERKINIPOLITIK

Timses Parpol dan Elemen Pilkada Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA Pilkada 2018

PALEMBANG, AsSAJIDIN.COM — Menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang menggelar acara Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA di Cafe Area 51 Palembang, Rabu (14/02/2018).

Acara dihadiri langsung oleh ketua dan anggota komisioner Panwaslu Kota Palembang, M. Taufik, Dadang Apriyanto, Darsih. Tampak hadir juga Perwakilan Pemerintah Kota Kaban Kesbangpol Palembang Altur Febriansyah, Ketua KPU Palembang Syarifuddin, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintoro Hari Bawono. Perwakilan timses dan partai pendukung pasangan calon walikota dan wakil walikota Palembang periode 2018-2023.

Dalam sambutannya Ketua Panwaslu Kota Palembang M. Taufik menyampaikan penyelenggaraan deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi sara merupakan bentuk komitmen Panwaslu Kota Palembang untuk mencapai keadilan dan keberhasilan dalam penyelenggaraan pilkada dan pemilu nantinya.

“Kegiatan ini menjadi kunci bagi kita semua dalam penyelenggaraan Pilkada yang bebas dari pengaruh transaksional dan penggunaan sara dalam kampanye. Selain itu, diharapkan nantinya dapat mengatasi semua tantangan dan hambatan dalam proses pelaksanaan Pilkada sehingga akan tercapainya komitmen Panwaslu dan semua lembaga yg terkait dalam keadilan dan keberhasilan Pilkada,”ujarnya.

Lihat Juga :  Mengharukan, Satu Keluarga Berikrar Masuk Islam di Baturaja Sumatera Selatan

Taufik juga menambahkan politik uang dan isu sara menjadi musuh bersama karena akan berpotensi pada pemerintahan yang penuh dengan korupsi nantinya. “Sangat penting semua pihak saling bekerjasama dan berkontribusi demi terlaksananya Pilkada yang berkualitas,”imbuhnya.

 

Sementara itu Ketua KPU Kota Palembang Syarifuddin menuturkan politik uang dan sara merupakan permasalahan nasional.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa persoalan politik uang dan sara bukan hanya dihadapi oleh Kota Palembang saja, namun juga permasalahan nasional baik itu dalam pelaksanaan Pilkada, Pemilu, Pileg dan Pilpres. Untuk itu, sangat penting bagi kita semua menjalankan apa yg kita deklarasi kan hari ini,” tuturnya.

Selanjutnya Pemerintah Kota Palembang yang diwakili oleh Kaban Kesbangpol Altur Febriansyah mengharapkan ada peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pilkada nanti.
“Satu hal yang perlu kita ingat bersama, bahwa yang maju mencalonkan diri sebagai walikota dan wakil walikota Palembang merupakan saudara atau “dulur kito galo” untuk itu tidak ada asalan kita untuk bertikai. Harapan kita semua tentunya, akan ada peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada nanti,” katanya.

Lihat Juga :  Ustad Abdul Somad Bicara Kejayaan Islam Dahulu, hingga Prediksi Islam di Eropa Tahun 2060

Terakhir Kapolresta Palembang mengingatkan sangat penting untuk menjaga ketertiban, kedamaian, dan keamanan dalam setiap tahapan Pilkada.
“Kami menghimbau kepada masyarakat dan seluruh tim dari masing-masing calon untuk selalu menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif. Jangan mudah terpancing dan terprovokasi tanpa klarifikasi terhadap hal-hal yang sifatnya dapat memecah belah keutuhan dan persatuan kita. Hal penting lainnya yang jangan sampai diabaikan selama proses pilkada mulai dari massa kampanye sampai selesai tahapan pilkada yaitu ketertiban untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, karena terjadinya kecelakaan selalu diawali dan disebabkan adanya pelanggaran”tandasnya.

Acara yang berlangsung sekitar dua jam tersebut ditutup dengan pembacaan deklarasi, penandatanganan, dan cap telapak tangan sebagai simbol kesepakatan menolak politik uang dan SARA oleh Panwaslu Kota Palembang, KPU Kota Palembang, Kapolresta Palembang, Kaban Kesbangpol Palembang, perwakilan tim sukses dan partai pendukung dari pasangan calon walikota dan wakil walikota Palembang, dan seluruh undangan yang hadir.(*)

Penulis: M Dudin

Close