Menebar Ilmu Meraih Hikmah

Ramai Ingin Vaksin DBD, IDAI Sumsel Ingatkan ini kepada Masyarakat

0 24

AsSAJIDIN.COm — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumsel meminta agar anggotanya lebih selektif dan berhati-hati jika perlu menangguhkan pemberian vaksin demam berdarah dengue (DBD).

Ketua IDAI Sumatera Selatan, dr Silvia Triratna, SpA(K) mengatakan langkah yang diambil ini sebagai tindak lanjut arahan IDAI Pusat yang dipublikasikan secara luas Kamis, (7/12). Dalam rilis resminya IDAI meminta dokter dan masyarakat menangguhkan pemberian vaksin DBD.
Rekomendasi itu menyusul publikasi terbaru tentang vaksin yang diproduksi perusahaan farmasi Perancis, Sanofi Pasteur.

“Jadi ini bukan larangan tapi imbauan kepada dokter terutama dokter anak dalam memberikan vaksin DBD ke anak,” kata dr Silvia kepada Tribun Sumsel, Sabtu (9/12).

Ia memastikan sejauh ini di Sumsel belum ada kasus penyalahgunaan vaksin DBD khususnya untuk anak.
Silvia mengaku imbauan IDAI pusat ini diperuntukkan dokter anak agar jika orangtua ingin memberikan vaksin DBD ke anak harus diteliti dulu apakah si anak sudah terinfeksi DBD atau belum. Namun, jika tingkat infeksi sudah tinggi, maka pemberian vaksin tidak bisa diberikan karena akan berisiko.
“Kalau sudah terinfeksi menyebabkan risiko lebih berat, tapi kalau belum terinfeksi itu bagus untuk mencegah anak kena DBD,” tambah dr Silvia seperti dikutip dari tribunsumsel.com.

Ia menjelaskan IDAI Sumsel ikut arahan dari pusat agar lebih berhati-hati. Ia menyebutkan bahwa vaksin ini bukan vaksin dari program pemerintah seperti pemberian vaksin lainnya, melainkan inisiatif dari orangtua agar anak terhindar dari penyakit yang datang jika musim hujan tiba.

“Sebenarnya dari penelitian itu (vaksin) bagus, tapi tidak tahu mengapa di Filipina ditemukan yang tidak baik, untuk itulah masih akan dikaji ulang apa betul penelitian tersebut,” ujarnya.

Silvia menerangkan di Sumsel sudah banyak orangtua menginginkan anaknya untuk divaksin DBD. Ia bersyukur hingga saat ini belum ada yang beresiko. Selama ini, lanjut dr Silvia dokter sebelum memberikan vaksin ke anak selalu menginformasikan kepada orangtua risikonya apa. Vaksin DBD sendiri, lanjut Silvia sangat berguna untuk anak agar tidak terinfeksi DBD.
“Vaksin DBD ini bisa diberikan ke anak di atas 9 tahun ke atas yang nantinya membentuk antibodi sehingga jika disuntikkan hasilnya tidak akan terinfeksi,” ungkapnya.

“Untuk lain-lainnya kita masih menunggu pengkajian ulang tentang vaksin ini dan menunggu instruksi selanjutnya dari pusat,” timpalnya.(*)

wso shell IndoXploit shell c99 shell hacklink hacklink satış wordpress ücretsiz tema Google hacklink