BERITA TERKINI

Innalillahi… Jari Pria ini Hancur Gara-gara Kembang Api Meledak Sambut Tahun Baru

MURATARA, AsSAJIDIN.COm — Momen pergantian tahun 2017 ke 2018 menjadi petaka bagi Sobir, Supriadi (25), dan Dur (41), warga Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Alih-laih meluncur ke udara, kembang api yang mereka “tembakkan” justru meledak di tangan. Akibatnya, Dur harus kehilangan dua jari kelingking, sedangkan Supriadi mengalami luka bakar dan robek di bagian telapak tangannya. Sementara Sobir, mengalami trauma meski terhindar dari cedera serius.

Dikutip dari tribunsumsel.com, menurut SL, warga setempat, untuk merayakan pergantian tahun di desanya warga membuat acara dan berkumpul pada satu titik dan dibuatkan api unggun, bakar-bakar daging dengan dimeriahkan pesta kembang api.
Menjelang pukul 00.00 WIB, warga mulai memainkan kembang api. Termasuk Sobir, Supriadi dan Dur. Ketiganya memainkan satu kembang api secara bersamaan. Beberapa kali kembang api berhasil diluncurkan ke udara hingga membuat suasana tampak gembira dan riang. Namun kegembiraan tiba-tiba berubah mencekam, saat satu kembang api yang dipegang tiga orang itu meledak di tangan.
“Awalnya kita hanya biasa saja dan bergembira apalagi saat melihat ledakan kembang api di langit dengan warna-warni yang indah, tapi tidak menyangka bakal ada kembang api yang meledak di tangan,” katanya, Senin (1/1).
Sementara itu, Kades Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara Jamel A Yazer membenarkan ada warganya yang dilarikan ke rumah sakit akibat ledakan kembang api saat merayakan pergantian tahun.
“Kembang api yang dibakarnya itu meledak ditangan, sehingga akibat luka bakar korban langsung dilarikan ke rumah sakit malam itu juga,” katanya.
Dijelaskannya, akibat melepuh karena terbakar dua jari kelingking milik Dur terpaksa harus di amputasi oleh pihak rumah sakit.
“Bahkan informasi yang kami dapatkan ada satu orang korban yang harus dioperasi karena luka bakar,” ujarnya.
Jamel menambahkan, bahwa pihaknya dari pemerintah desa telah menghimbau pada warga menjelang pergantian tahun baru agar tidak menggunakan kembang api berlebihan.
“Sebelum acara pergantian tahun baru kita sudah menghimbau kepada masyarakat agar tidak merayakan secara berlebihan bahkan kita mengajak mendekatkan diri kepada sang pencipta,” jelasnya. (*)

Lihat Juga :  Galang Dana untuk Korban Tsunami Banten-Lampung, Manfaatkan Pesantren Holiday Para Santri

 

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close