BERITA TERKINIKELUARGAPENDIDIKAN

Jadilah Orangtua Shalih Sebelum Menuntut Anak Jadi Shalih

Sebuah Training Program Sekolah Pengasuhan Anak Bersama Abah Ihsan

 

Abah Ihsan

ASSAJIDIN.COM, PALEMBANG – Mendidik anak di zaman sekarang dianggap sebagai tantangan tersendiri bagi orangtua. Namun, belum sempurna mendidik anak jika orangtua belum shalih dan belum paham ilmu parenting. Beratnya tanggung jawab ini dijawab oleh pihak SIT Al-Furqon dengan menggelar Seminar Parenting bersama Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhori di Aula Gedung Erlangga Palembang, Sabtu-Ahad (16-17/12).

Peserta yang terdiri dari para wali murid, guru, dan masyarakat umum ini terpantau sangat antusias. Sebab para orangtua ini didasarkan pada hal-hal kecil yang sering terabaikan. Terkadang, misalnya,orangtua tidak menyadari bahwa sebagian perilaku negatif anak seperti tidak mandiri, tidak patuh, membangkang, malas belajar, mudah rewel, konsumtif, hingga rendah diri sesungguhnya disebabkan oleh orangtua sendiri.

Terutama  para orangtua berkarir yang super sibuk, mereka mengira pendidikan anak cukup dilakukan pihak sekolah. Bahkan tidak sedikit yang beranggapan bahwa anak bukan saja anugerah tapi juga beban yang harus dibagi pengasuhannya.

“Saya mengira selama ini anak banyak meminta kepada kita, ternyata anak-anak ini justru banyak memberi. Saya tersadari di seminar ini kalau anak memberi kita manfaat dunia dan akhirat, serta memberi kesenangan lahir bathin,”tutur Mery, wali murid SIT Al-Furqon.

Dalam paparannya, Direktur Auladi Parenting School, Ihsan Baihaqi atau yang biasa disapa Abah Ihsan ini mengatakan, cara mendidik atau parenting saat ini berbeda sekali dengan zaman dulu. Sebab, masa keterbukaan informasi di era digitalisasi ini nilai-nilai budaya justru menurun. Terutama etika dan sopan santun anak kepada orangtua. Tapi, lebih dari itu pola asuh yang salah dari orangtualah yang menjadi penyebabnya.

Lihat Juga :  Tabligh Akbar di BKB Dibanjiri Ribuan Umat, Ini Nasihat Ustad Abdul Somad untuk Generasi Muslim Palembang

“Pola asuh berdampak di masa depan, kalau pola awal saja salah maka dewasa kelak anak bisa menyusahkan orang lain di sekitarnya. Lihat saja mereka yang bermasalah di masa tuanya, bisa cek latar belakang pola asuh orangtuanya,”jelas Abah Ihsan.

Ortu Shaleh

Untuk itu, penulis buku ‘Sudahkah Aku jadi Orangtua Shaleh?’ini menegaskan, menyalahkan lingkungan pergaulan anak dan televisi hanyalah “pelarian” dari ketidaksadaran sebagian orangtua bahwa pada kenyataannya mereka kurang memberikan pengaruh pada anak. Mereka merasa sudah sempurna memberikan pengaruh tapi pengaruh itu tidak “kena” pada anak karena metodenya yang tidak tepat. Bukankah orangtua lebih kenal lebih dahulu dengan anak daripada teman-temannya? Bukankah orangtua (seharusnya) yang menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak dari kecil dibandingkan teman-temannya? Maka siapakah yang seharusnya lebih berpengaruh? Orangtua atau lingkungan anak?

“Ajarkan hal-hal sederhana di keseharian anak, seperti menghormati orang lain dan meminta izin jika akan menggunakan barang orang lain. Kalau tidak begitu, jangan heran jika tindak korupsi akan terus terjadi di masa depan,”terang Ihsan.

Lihat Juga :  Kunci Sukses Menghafal Alquran dari Al Hafiz Dr Sagiran

Satu hal lagi, lanjutnya, jika ingin anak shalih maka menjadilahorangtua shalih. Upgrade diri sebagai orangtua yang mencetak karakter anak.Ia mengajak para orangtua untuk menjadikan  sebagaitempat terindah untuk anak-anak, surga dunia. “Semua orang tahu kalau keluarga merupakan komponan penting kehidupan,”tegasnya.

Koordinator Litbang SIT Al-Furqon Palembang, Bunda Salamah mengatakan, seminar parenting ini tidak saja diikuti para guru dan orangtua murid Al-Furqon tetapi juga masyarakat umum. Kegiatannya digelar dua hari disesuaikan dengan program sekolah pengasuhan anak yang diampu Abah Ihsan selama ini. Dengan begitu juga, pembelajaran parenting ini tidak terpotong-potong dan bahkan menjadi sekedar teori. “Ada juga umum yang mendapat informasi dari fanpage Abah Ihsan langsung tanpa kita undang,”ujar dia.

Sementara itu, Silvia Desima Windi, alumni Universitas Sriwijaya yang baru wisuda Juni 2017 lalu ini mengaku datang jauh dari Inderalaya hanya untuk menghadiri seminar spesial yang digelar SIT Al-Furqon tersebut. Ia yang belum menikah ini tahu informasi seminar dari website Abah Ihsan. “Ini adalah pelajaran soal prinsip dasar bagaimana membangun hubungan yang berkualitas dengan anak, meskipun saya sendiri belum menikah dan punya anak,”kata Silvia.

Penulis :  yulia savitri

Editor: bangun lubis

 

 

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close