ADVERTORIALBERITA TERKINI

BACA AS SAJIDIN TERBARU Edisi Muharram 1439 H/Oktober 2017

assajidin.com –Alhamdulillah…kami bersyukur kepada Allah SWT, media islam As SAJIDIN edisi Muharram 1439 H atau Oktober 2017 sudah terbit dan bisa dimiliki segera. Kehadirin As SAJIDIN ini memang bertujuan untuk mendakwahkan islam sekaligus menguatkan jalinan ukhuwah islamiyah, yang akhir-akhir ini memang dirasakan makin menipis, sehubungan dengan gencarnya media sosial yang tidak mengenal batas teritorial, ruang dan waktu.

 

Namun demikian, ada fenomena baik dimana akhir-akhir ini, para remaja dan pemuda islam kian rajin menghadiri berbagai tabligh akbar dan pengkajian islam. Generasi muda islam ini mendominasi meramaikan ceramah agama yang disampaikan berbagai ulama yang tengah ramai diperbincangakn alias ngetop. Diluar seberapa besar pemahaman materi kajian, para orang tua harus beryukur bahwa ini bukti nyata anak-anak kita sudah mengidolakan para ulama yang merupakan pewaris para nabi.  Alhamdulillah.!!!

Di tengah gaya hidup kebarat-baratan (westernisasi) dan pola hidup mewah (hedonisme) yang meracuni remaja islam hari-hari ini jelas- jelas menjauhkan anak-anak muslim jauh dari agama dan norma yang ada, maka jika remaja sudah terbiasa berinteraksi dengan para ulama, maka bisa kita pastikan jiwanya akan tumbuh subur dengan nilai-nilai hikmah kehidupan, yang kelak akan memiliki karakter yang kuat dan cita-cita yang tinggi terhadap dirinya dan bangsanya. Sebaliknya jika remaja mengidolakan para selebritis atau artis tentunya tentunya arah kehidupan masa depannya sangat rawan, sehingga seringkali ditemukan remaja mudah galau dan cendrung konsumtif.

Ketua Front Pembela Islam Sumatera Selatan (FPI Sumsel) Habib Mahdi Shahab merasa sangat senang dan bahagia sekali adanya fenemona yang baik ini. Ini berarti remaja islam sudah mulai mampu berpikir mana sosok yang layak diidolakan, mana yang tidak. “Saya sambut baik, kalau memang demikian, sebenarnya ulama itu tak hendak diidolakan, sebab itu pertanda baik, selama ini kan yang menjadi idola umumnya artis yang mengajak kemunkaran,” ujar Habib Mahdi Shahab.

Lihat Juga :  Menag Meminta Maaf terkait Kontroversi Rilis 200 Nama Mubaligh

Tapi ulama kondang di Palembang ini, buru-buru mengingatkan bahwa ulama juga harus dilkihat betul pemahaman agamanya, jangan sampai remaja salah mengidolakan, tegas Ketua FPI Sumsel ini.

“ Waspadai saja setiap kemungkinan yang muncul di dunia medsos, banyak juga loh, kaum kuffar ngakunya ulama lalu memecah belah umat. Hal ini karena dunia medsos sangat mudah diakses. Dan yang terpenting, umat Islam harus sedia payung sebelum hujan,” jelasnya pula.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Sumatera Selatan (MUI Sumsel) periode 2016-2021, Prof. Dr.H. Aflatun Muchtar, MA juga memberikan apresiasi kepada generasi muda islam yang sekarang banyak mengidolakan para ulama. “Itu bagus, kapan lagi ulama itu menjadi panutan, sebab jangankan remaja, para pemimpin pun harus sejalan dengan ulama,” ujar Aflatun yang juga mantan Mantan Rektor UIN Raden Fatah Palembang ini.

Dia mengakui bahwa banyak tabligh akbar yang mendatangkan ulama terkenal dan seringkali menghiasi medsos dipenuhi oleh kalangan muda. Lagi pula, mereka antusias mendengarkan kajian islam yang disampaikan.

“Mudah-mudahan tidak sampai hanya sebatas idola, para generasi muda harus pula meneladani dan menjalankan apa-apa yang telah didakwahkan para ulama tersebut,” pinta Ketua MUI Sumsel ini.

Senada dengan itu, Zulkarnain pengrajin kaligrafi yang juga salah satu pengiat medsos di Palembang mengungkapkan, wajar bilamana remaja islam mengidolakan ulama, terutama ualam yang kerap hadir di medsos. Sebab bermunculnya ulama maupun ustadz di medsos sangat membantu kaum pemuda mendapati kajian ilmu agama.

“ Sebenarnya, dari ulama-ulama yang terkenal lewat medsos tersebut cendrung dikenaLI dan di idolakan kaum remaja. Sebut saja, Ustadz Adi Hidayat Lc, Ustadz Abdul Somad,dan  Ustadz Hataki yang notabenenya berpenampilan sedikit gaul dengan khas rambut gondrongnya mereka ini  mampu menyentuh lapisan kehidupan gaya anak muda, oleh sebab itu mereka dicintai dan di idolakan,” ungkapnya.

Lihat Juga :  Jadwal Tanding Proliga 2019 di PSCC Palembang

Sementara itu, Ustadz Muhammad Yamin Spd.i, pengasuh rumah tahfidz An Noer, fenomena munculnya ulama -ulama baru di media social saat ini harus tetap di sharing. Umat Islam harus memiliki filter agar jangan sampai terjebak pada komoditi medsos. Meskipun, lahirnya ulama-ulama baru adalah kabar gembira bagi umat Islam.

“ Filter disini lebih menekankan pada azaz keamanan bagi umat, jangan sampai belajar tanpa guru. Kalau ini terjadi bahaya kita. Jujur terkadang dunia medsos ini cendrung dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab memecah belah umat. Saran saya, kalau pun ada ulama yang di idolakan lewat medsos hendaknya tidak memicu dampak buruk kestabilan kerukunan kita sebagai hamba Allah yang rahmaatan lil alamin,”ucapnya.

Lebih jauh Ustadz Yamin berpendapat agar, setiap tokoh agama islam tidak saling menjatuhkan. Kalau pun ada perbedaan tentang mazhab, aturan atau apa pun yang menyangkut umat, janganlah disampaikan diatas mimbar tanpa adanya musyawarah.

“ Ulama adalah penyatu umat, bukan pemecah belah umat. Dan jadikan medsos sebagai pintu masuk mencintai ulama, namun dalam berguru perlu dunia nyata bukan dunia maya,” ungkapnya.

Seorang mahasiswi Poltek Unsri, Muhammad Ridwan,20, mengakui dirinya bersama rekan pengajiannya mengagumi ceramah ustadz Abdul Shomad yang memang punya ilmu yang mumpuni. “Kami ikut datang ketika dia ke Palembang tempo hari,” ujar Ridwan.

Sementara itu, Kelompok Pengajian yang berada di Masjid dekat Punti Kayu mengatakan, para remaja disini banyak mengidolakan Dr. H. Khalid Basalamah, yang ceramahnya sarat dengan dalil-dalil yang menyakinkan

Selamat membaca dan berlanggalanlah untuk sama-sama berdakwah dengan As SAJIDIN yang merupakan satu-satunya media cetak islam yang terbit reguler, istiqomah, setiap bulannya dengan 2.000 eksemplar, 24 halaman full color. []Aspani Yasland

 

 

 

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close