BERITA TERKINIINTERNATIONALMOZAIK ISLAM

Oleh-oleh Berkunjung ke Masjid di Malaysia, Upaya Memakmurkan Masjid Kita

 

Penulis : Mukarrom, M.Pd.I

AsSAJIDIN.Com — Sebagai seorang muslim tentunya masjid menjadi sebuah tempat wisata religius yang wajib dikunjungi ketika sedang melakukan perjalanan. Alhamdulillah dengan rahmat Allah, pengurus SBM Al Furqon yang diwakili oleh Ust. Mukarrom, M.Pd.I dan Ust. Rediansyah, SE, dapat diberi kesempatan untuk melihat lebih jauh kondisi masjid yang ada di Negara Malaysia pada 21-25 Juli 2017 lalu. Sebuah perjalanan yang penuh dengan misi keagamaan untuk dapat menjadi pembelajaran.

Sebagai sebuah negara yang memiliki jumlah penduduk yang beragama Islam mayoritas, pemerintah Malaysia sangat serius dalam memperhatikan kondisi masjid. Hampir semua masjid yang ada memperoleh dana khusus untuk perawatan dan kegiatan pengembangan keagamaan.

Hal itu dapat dilihat dari standar fasilitas yang dimiliki oleh setiap masjid yang ada. Hampir semua masjid yang ada memiliki toilet yang berstandar hotel, imam sholat masjid merupakan orang-orang pilihan yang telah memiliki kemampuan hafalan Al Qur’an dan pengetahuan Islam yang memumpuni.

Selain itu, masih banyak lagi standar-standar lain yang sama diterapkan pada setiap masjid di Malaysia.
Selain standar tersebut, pemerintah Malaysia tidak memberikan kebebasan kepada ummat Islam untuk mendirikan masjid yang berdekatan. Apabila pada wilayah tersebut telah memiliki masjid. Agar tidak adanya penyebaran konsentrasi jama’ah yang sholat di masjid. Dengan harapan jumlah jama’ah yang memakmurkan masjid dapat terkonsentrasi di satu titik lokasi.

Lihat Juga :  Nggak Lemes dan Tetap Semangat Selama Ramadan, Ini Rahasianya

Meskipun adanya campur tangan pemerintah terhadap kemakmuran masjid di Malaysia. Tidak menjadi tolak ukur sebuah keberhasilan seperti apa yang telah terjadi di negara Turki saat ini. Jama’ah sholat yang datang ke masjid masih sama seperti di Indonesia. Masih banyaknya tempat-tempat kosong di barisan belakang jama’ah.

Dari perjalan tersebut, maka perlu adanya pemahaman kepada ummat Islam bahwa masjid tidak hanya sebagai sebuah bangunan yang menjadi tempat berkumpulnya ummat Islam untuk melakukan kegiatan ibadah, seperti sholat, kegiatan perayaan hari besar, ceramah agama dan belajar Al Qur’an. Namun lebih luas lagi, masjid adalah tempat interaksi manusia sebagai makhluk sosial hingga sebagai tempat kegiatan kemiliteran. Seperti yang dilakukan pada masa nabi Muhammad.  Masjid merupakan simbol kekuatan persatuan ummat Islam.

Seorang pemimpin Yahudi berkata, Yahudi tidak akan takut kepada umat Islam kecuali bila keadaan umat Islam sampai pada taraf jumlah jama’ah subuh telah melebihi jama’ah sholat Jum’at di masjid. Seperti yang telah terjadi di Negara Turki. Sebuah Negara yang telah bangkit dari sekularisme yang telah ditancapkan dalam oleh Kemal Ataturk.

Penguasa Turki setelah keruntuhan Dinasti Ottoman. Jama’ah sholat subuh sama banyaknya dengan jumlah jama’ah sholat jumat. Sehingga perlindungan dan berkah Allah selalu turun terhadap negara tersebut.
Oleh karena itu, buatlah masjid bukan hanya nyaman untuk jama’ah dewasa dengan mengadakan kegiatan keagamaan, tetapi anak-anak dan remaja yang akan menjadi penerus generasi Islam selanjutnya harus perlu diperhatikan.

Lihat Juga :  Ormas Islam Sumsel Ajak Masyarakat Boikot Produk AS dan Israel, Bagi yang Ingin Menyumbang Dana, Bisa Lewat Rekening ini

Dengan memberikan pengertian kepada anak-anak yang ingin sholat di masjid bukan diusir. Membangun tempat bermain di sekeliling masjid, sehingga masjid menjadi sahabat anak-anak.
Selain itu pengurus masjid harus memulai manajemen masjid itu melalui 3 tahapan, seperti yang dilakukan di masjid Jogokariyan Yogyakarta.

How to image, banyak masjid yang berdiri dengan megah, tetapi jama’ah yang hadir berbanding terbalik dengan luas banguan. Oleh karena itu, maka jadikanlah masjid sebagai pusat kegiatan Islam, seperti pusat pendidikan, pusat perbadatan, pusat informasi masyarakat, pusat pengumpulan dan distribusi zakat, infaq dan shodaqoh, tempat mengatur kegiatan masyarakat Islam dan lainnya.

How to manage, Menyusun beberapa kegiatan pelayanan yang bertujuan membidik potensi dalam masyarakat, sehingga dapat mendekatkan masyarakat ke masjid, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, kesenian, sosial dan lain-lain.

How to make success, tidak hanya melakukan pelayanan, masjid juga harus melakukan pembinaan kepada remaja masjid. Agar mampu menjadi generasi penerus perjuangan Islam.

Jadikanlah masjid sebagai tempatmu untuk menghilangkan kegelisahan hidup. Sehingga Allah akan membukakan hatimu untuk dapat membuka dan mencari jalan keluar dari segala persoalan yang dihadapi. Sholatlah berjama’ah di masjid sebelum kamu nanti disholatkan di masjid.(*)

 

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close